Minggu, 22 September 2019

Bela Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim: Dia Aset Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Dimas Kanjeng Pribadi. Tempo/Ishomuddin

    Foto Dimas Kanjeng Pribadi. Tempo/Ishomuddin

    TEMPO.COJakarta - Politikus Partai Gerindra, Marwah Daud Ibrahim, mengatakan pemilik Padepokan Dimas Kanjeng, Taat Pribadi, adalah guru yang baik. Dia menganggap Taat sebagai orang istimewa yang dianugerahi ilmu dan karomah, bahkan bisa menjadi aset bangsa. 

    "Saya pendiri dan ketua yayasan di sana. Saya mempelajari lama sebelum saya memutuskan full di sana. Saya malah menganggap ini aset untuk Indonesia," kata Marwah, yang juga bekas politikus Partai Golkar, kepada Tabloidbintang.com, Rabu, 28 September 2016.

    Baca: Marwah Daud Ibrahim Bandingkan Dimas Kanjeng dengan Habibie

    Menurut Marwah, saat ini adalah momen yang tepat untuk pergantian peradaban. "Peradaban yang kita butuhkan adalah berilmu dan beriman. Percaya kepada Allah, percaya kepada yang gaib, dan menjalankan perintah-Nya," ujar doktor alumnus American University itu.

    Marwah mengimbuhkan, tidak sembarang orang bisa memiliki kemampuan mirip kemampuan Taat. Dia bercerita, sebelum memutuskan bergabung dan menjadi Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah mengaku sudah melakukan istikarah sekaligus perenungan panjang.

    Baca: Ada Bungker di Rumah Mewah Dimas Kanjeng, Ini Fungsinya

    Marwah menegaskan, jika Taat mengajarkan hal-hal tidak baik atau menipu seperti yang santer diberitakan, dia tak mungkin bergabung ke Padepokan Dimas Kanjeng. "Saya membawa banyak institusi. Saya di ICMI, alumnus penerima beasiswa Habibie, masak enggak rasional," tuturnya.

    Marwah lantas membandingkan B.J. Habibie dengan Taat karena keduanya dianggap memiliki kemampuan luar biasa untuk sisi berbeda. "Saya lihat Pak Habibie diberi kemampuan luar biasa dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi, beliau (Dimas Kanjeng) ini juga diberi karomah yang luar biasa," ucapnya.

    Baca: Polda: Pengikut Yakin, yang Ditangkap Bukan Dimas Kanjeng Asli

    Dimas Kanjeng menjadi perhatian publik, baik di dunia nyata maupun dunia maya, akibat tersebarnya video dia bisa menghadirkan uang berjumlah banyak. Marwah mengakui Dimas Kanjeng bisa menghadirkan uang secara gaib. Kemampuan itulah yang kemudian Marwah sebut sebagai karomah.

    Selain diduga menipu para pengikutnya dengan modus penggandaan uang, Dimas Kanjeng sudah menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan. Polisi menduga Taat sebagai dalang di balik kematian dua pengikutnya, yang ditemukan tewas dengan leher terjerat dalam kurun yang berbeda.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca juga:
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah 
    Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.