Selama Tiga Hari, KRI Dewaruci Berlabuh di Balikpapan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Kadet KRI Dewaruci melambaikan tangan saat akan sandar di Dermaga Layang Lantamal VI, Makassar, Sulawesi Selatan, 20 September 2016. Pelayaran KRI Dewaruci dengan misi ASEAN Cadet 2016 merupakan latihan dan praktek pelayaran integrasi yang diikuti para Taruna Angkatan Laut se-Asean. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    Sejumlah Kadet KRI Dewaruci melambaikan tangan saat akan sandar di Dermaga Layang Lantamal VI, Makassar, Sulawesi Selatan, 20 September 2016. Pelayaran KRI Dewaruci dengan misi ASEAN Cadet 2016 merupakan latihan dan praktek pelayaran integrasi yang diikuti para Taruna Angkatan Laut se-Asean. ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang

    TEMPO.CO, Balikpapan – KRI Dewaruci berlabuh di Pelabuhan Semayang Balikpapan Kalimantan Timur selama tiga hari. Kapal latih Taruna TNI AL itu bersandar di Balikpapan guna memperkenalkan diri sebagai salah satu kebanggaan bangsa ini.

    “Setelah berlayar dari Makassar dan sekarang di Balikpapan,” kata Komandan KRI Dewarudi, Letnan Kolonel Laut Widiyatmoko Baruna Aji, Rabu, 28 September 2016.

    Widiyatmoko mengatakan KRI Dewaruci menjadi sarana latihan para perwira muda TNI AL berlayar mengarungi samudera. Kapal ini setiap tahunnya menjelajah samudera memperkenalkan para pelaut tangguh Indonesia.

    Pada kunjungan KRI Dewaruci di Balikpapan tersebut, Widiyatmoko membawa 25 kadet negara negara ASEAN untuk berlatih bersama. Mereka mendapatkan pengetahuan tali temali, layar, arah kecepatan angin, cuaca, arus, gelombang hingga bertahan hidup.

    Rute pelayaran kadet ASEAN ini menyusuri perairan Surabaya, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Denpasar, Makassar dan Balikpapan. Selanjutnya, KRI Dewaruci melanjutkan pelayaran menuju Semarang dan berakhir di Surabaya.

    Dalam kesempatan ini, Widiyatmoko mempersilakan warga Balikpapan mengunjungi kapal yang berusia tahun 60-an ini. KRI Dewaruci terakhir kali berlabuh di Balikpapan pada 2006 silam usai berlayar dari Jepang dan Filipina.

    Selama perjalanan, para kadet belajar praktik dari ilmu yang mereka terima di akademi Angkatan Laut masing-masing. Serda Dwi memimpin praktik navigasi atau penentuan posisi dan arah tujuan kapal.

    “Kami gunakan semua, mulai dari navigas bak pelaut zaman baheula yang menggunakan bintang-bintang di langit sebagai pedoman, hingga peralatan modern seperti GPS (global positioning system),” terangnya.

    KRI Dewaruci adalah kapal layar mempunyai tiga tiang tinggi yang bernamakan tokoh pewayangan yakni Yudhistira, Arjuna dan Bima. Kapal ini dibangun tahun 1952 di galangan kapal HC Stulchen and Sohn, Hamburg, Jerman Barat, dan selesai 24 Januari 1953. Panjangnya 58,30 meter dan lebar 9.5 meter.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.