Terungkap, di Bungker Inilah Dimas Kanjeng Simpan Uangnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    Dimas Kanjeng Taat Pribadi, bersama dengan tumpukan uang. youtube.com

    TEMPO.CO, Probolinggo - Di dalam gedung utama atau rumah megah di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, terdapat ruang penyimpanan uang mirip bunker. Dalam penggeledahan 22 September 2016, petugas Kepolisian menemukan uang yang disimpan dalam sebuah tempat di lantai satu dan lantai dua rumah milik Taat Pribadi.

    Namun, Kepala Kepolisian Resor Probolinggo Ajun Komisaris Besar Arman Asmara Syarifuddin, enggan menyebutkan luas masing-masing ruangan tersebut. Menurut Arman, kepolisian juga masih meminta bantuan instansi terkait untuk memastikan jumlah dan keaslian uang yang disimpan tersebut.

    Baca: Begini Cara Dimas Kanjeng Taat Pribadi 'Menggandakan' Uang  

    "Kami masih mengecek apakah uang itu asli atau palsu,” kata Arman di kantornya, Rabu, 28 September 2016. Polisi, menurut Arman, sudah menyita barang bukti uang tersebut. “Sudah disita Polda Jawa Timur."

    Pada 22 September 2016, jajaran Polda Jawa Timur menggerebek Padepokan Kanjeng Dimas dan menangkap pemiliknya, Taat Pribadi, yang diduga terlibat kasus pembunuhan berencana terhadap mantan santrinya. Taat diduga memerintahkan anak buahnya bernama Wahyu menghabisi Abdul Gani dan Ismail Hidayah.

    Baca: Polda: Pengikut Yakin, yang Ditangkap Bukan Dimas Kanjeng Asli

    Polisi menduga korban dibunuh lantaran akan membongkar praktek penggandaan uang sang guru. Polda menetapkan satu tersangka, yakni Taat Pribadi, tapi penyidik sedang memburu tiga buron lain yang diduga kuat terlibat pembunuhan itu. Polres Probolinggo juga menetapkan enam tersangka dari warga setempat dalam kasus ini.

    Kesembilan tersangka—selain Taat Pribadi—ditengarai sebagai eksekutor atau orang yang turut membantu pembunuhan berencana itu.Sselain mengusut kasus pembunuhan, polisi menyelidiki dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan Taat. Polisi menerima dua laporan terkait dugaan penipuan ini.

    Baca: Dimas Kanjeng dan Peti Ajaib Pengganda Uang, Isinya...

    Ada sejumlah modus dugaan penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh Taat Pribadi, Guru Besar Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Salah satu modusnya, para pengikut padepokan tersebut diberi peti ajaib berukuran kecil seperti kotak amal.

    “Kotaknya terbuat dari kayu dan ada ukiran bagus,” kata warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang dengan alasan keamanan minta jati dirinya tidak diungkap, Rabu, 28 September 2016. Kotak tersebut dilengkapi dengan kunci gembok. “Hanya boleh dibuka sewaktu-waktu dan sudah ditentukan tanggal pembukaannya,” katanya.

    Kotak itu dipercaya berisi uang berlipat ganda yang tiba-tiba muncul beberapa lama setelah korban menyetor uang lewat kordinator pengikut Taat di Situbondo. “Tak sampai hitungan tahun, hitungan bulan dipercaya akan muncul uang berlipat ganda,” ujar sumber Tempo berdasarkan pengakuan sejumlah korban.

    Baca: Pengikut Dimas Kanjeng Bukan Santri, Ini Penjelasan MUI

    Namun nyatanya, uang yang dipercaya muncul secara gaib itu tak ada. “Hasilnya nihil,” kata sumber ini lagi. Anehnya, sampai sekarang masih ada pengikut Taat yang percaya ihwal kotak ajaib tersebut. Di Situbondo diperkirakan ada ratusan pengikut Taat. “Jumlah uang yang mereka setorkan sudah mencapai puluhan milyar,” katanya.

    ISHOMUDDIN

    Baca juga
    Rina Nose dan Fachrul Ketemu Lagi, Masih, Sayang: Mau Balikan?
    Polisi Sebut Reza Elma Tahu Pesta Seks Gatot Brajamusti


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.