Istana Isyaratkan Menteri ESDM Tetap Non-Politikus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (ketiga dari kanan) menerima kunjungan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Istana Merdeka, Jakarta, 9 Agustus 2016. Pertemuan tersebut membicarakan teknis dan regulasi pilkada serentak 2017 dan pilpres 2019. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kanan) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (ketiga dari kanan) menerima kunjungan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Istana Merdeka, Jakarta, 9 Agustus 2016. Pertemuan tersebut membicarakan teknis dan regulasi pilkada serentak 2017 dan pilpres 2019. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana Kepresidenan memberi isyarat pengisian kembali kursi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat. Menurut kabar terbaru, posisi itu akan diisi oleh figur dari kalangan profesional.

    "Memang sejak kapan posisi itu untuk politikus," ujar Pratikno saat dicegat Tempo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 27 September 2016.

    Pratikno melanjutkan, Presiden Joko Widodo masih mempertimbangkan siapa yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Proses tersebut sudah berlangsung cukup lama sehingga tidak tertutup kemungkinan nama menteri terbaru diumumkan dalam waktu dekat.

    "Ditunggu saja kapan waktunya (pelantikan Menteri ESDM terbaru)," ujar Pratikno. Pratikno tidak menjelaskan secara lebih detail pencarian Menteri ESDM yang baru.

    Salah seorang sumber Tempo di Istana, yang enggan disebutkan namanya, juga membenarkan bahwa pelantikan Menteri ESDM terbaru bisa berlangsung dalam waktu dekat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan pekan ini.

    Sebelumnya, nama yang sempat digadangkan menjadi Menteri ESDM adalah Arcandra Tahar. Arcandra adalah Menteri ESDM pengganti Sudirman Said yang hanya sempat menduduki posisinya selama 20 hari. Ia diberhentikan karena tersandung kasus status kewarganegaraannya. Ia diketahui sempat memegang kewarganegaraan ganda.

    Presiden Joko Widodo beberapa kali mengatakan bahwa posisi itu akan segera diisi begitu mendapat figur yang tepat. Untuk sementara ini, posisi itu dipegang Luhut Binsar Pandjaitan yang posisi utamanya adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. "Enggak mungkin saya biarkan kosong, kan," ujar Jokowi beberapa waktu lalu.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe