Kunjungan ke Pantura, SBY Puasa Bicara kepada Awak Media  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono bersama anaknya Agus Harimurti Yudhoyono. instagram.com

    Susilo Bambang Yudhoyono bersama anaknya Agus Harimurti Yudhoyono. instagram.com

    TEMPO.COBrebes - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan safari ke sejumlah daerah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, Senin-Selasa, 26-27 September 2016. Namun, dalam setiap kunjungannya, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut enggan melayani wawancara wartawan.

    SBY menggelar lawatan di sejumlah tempat, seperti menjadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Peradaban (UPB) Bumiayu, Brebes, Senin, 26 September 2016. Dalam kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut, SBY berbicara tentang masa depan Indonesia pada abad ke-21. Setelah mengisi kuliah umum, dia enggan berbicara dengan awak media.

    Sikap yang sama juga ditunjukkan SBY saat mengunjungi Taman Rakyat Slawi (Trasa) dan ketika menggelar pertemuan dengan para kader Partai Demokrat di Hotel Bahari Inn, Kota Tegal. Bahkan pertemuan tersebut digelar tertutup dan hanya diikuti kader partai berlambang Mercy tersebut.

    Terakhir, SBY yang didampingi Ani Yudhoyono bertemu Bupati Brebes Idza Priyanti pada Selasa, 27 September. SBY tiba di Pendapa Kabupaten Brebes sekitar pukul 12.00. Namun, saat awak media berusaha meminta waktu untuk wawancara, SBY hanya tersenyum, melambaikan tangan, dan menggeleng-geleng kepalanya. “Tidak ada wawancara,” kata seorang petugas pengamanan yang mengawal SBY.

    Bupati Brebes Idza Priyanti mengaku kedatangan SBY ke Pendapa Brebes sekadar silaturahmi. Menurut Idza, sebagai presiden keenam, SBY ingin melihat perkembangan pembangunan di Brebes. “Hanya silaturahmi,” ujarnya.

    Saat ditanya apakah ada pembicaraan terkait dengan pemilihan kepala daerah, mengingat Partai Demokrat menjadi partai pengusung dirinya pada Pilkada Brebes 2017, Idza enggan menjawab. “Datang ke sini cuma ingin silaturahmi,” tutur Idza.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.