Pelecehan Seksual, Redaktur Radar Lawu Dituntut 1 Tahun Bui  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

    Ilustrasi pelecehan seksual. dailymail.co.uk

    TEMPO.CONgawi - Redaktur Senior Koran Jawa Pos Radar Lawu, DP, dituntut hukuman 1 tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ngawi, Jawa Timur, Selasa, 27 September 2016.

    DP didakwa bersalah dalam perkara pelecehan seksual terhadap D, wartawati magang di koran itu. Persidangan berlangsung tertutup. Itu sebabnya, jaksa penuntut umum Farid Achmad tidak bersedia menjelaskan isi tuntutannya terhadap DP, yang telah mengundurkan diri sebagai redaktur.

    "Silakan dikawal bersama-sama saat sidang pembacaan putusan yang terbuka untuk umum, (Rabu) pekan depan," kata Farid saat ditemui wartawan seusai sidang.

    BacaNusron Mundur sebagai Ketua Tim Sukses, Ahok: Perlu Dibicarakan

    Dalam perkara ini, jaksa mendakwa DP dengan pasal alternatif tentang kejahatan terhadap kesusilaan. Pertama, Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun penjara; atau kedua, Pasal 281 ke-1 KUHP; atau ketiga, Pasal 281 ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.

    Farid juga tidak bersedia menjelaskan pasal yang dijadikan landasan memberikan tuntutan kepada DP. Ia malah meminta agar Tempo meminta keterangan dari pihak korban maupun tim pendampingnya. "Silakan tanya kepada mereka," ujarnya.

    Seseorang dari tim pendamping korban, Jakiyem, mengatakan jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara. DP dinilai terbukti melanggar Pasal 281 ke-1 KUHP. "Tadi terdakwa juga memohon keringanan hukuman karena memiliki tanggungan keluarga," ucap Jakiyem.

    Sidang tuntutan terhadap DP semula dijadwalkan berlangsung Selasa pekan lalu. Namun, ketua majelis hakim, Endah Sri Andriati, menundanya karena seorang hakim ada kepentingan keluarga mendadak.

    Adapun D, yang merupakan korban pelecehan seksual oleh DP, telah keluar dari koran Jawa Pos Radar Lawu.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.