Minggu, 22 September 2019

Suap Proyek PU, KPK Periksa Kepala Sekretariat Komisi V DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Taufan Tiro, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Andi Taufan Tiro, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Kepala Bagian Sekretariat Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Prima M.W. Nuwa hari ini, Selasa, 27 September 2016. Pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan korupsi proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun anggaran 2016.

    "Saya diperiksa sebagai saksi untuk Andi Taufan Tiro," kata Prima di gedung KPK, Selasa, 27 September 2016. Andi Taufan Tiro yang dimaksud merupakan anggota Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur. Ia diduga "menjual" proyek aspirasi kepada Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.

    Baca: Kasus Dugaan Suap, KPK Tahan Anggota DPR Andi Taufan Tiro  

    Prima keluar dari ruang pemeriksaan pukul 12.00. Ia mengaku hanya diperiksa selama setengah jam oleh penyidik KPK. "Hanya ditanya kenal Andi Taufan Tiro apa enggak, udah itu aja," ucapnya.

    Andi diduga menerima uang Rp 7 miliar untuk memuluskan proyek dari dana aspirasi DPR untuk pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara. Proyek itu akan diberikan kepada Abdul Khoir.

    Baca: 
    Divonis 4 Tahun 6 Bulan Penjara, Damayanti Teteskan Air Mata
    Dua Asisten Damayanti Dihukum Empat Tahun Penjara  

    Penetapan Andi sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat anggota Komisi V DPR, Damayanti Wisnu Putranti. Dalam perkara tersebut, KPK sudah menetapkan tujuh tersangka, yaitu, Damayanti; asistennya, Julia dan Desy; Abdul Khoir; anggota Komisi V, Budi Supriyanto; dan Andi Taufan Tiro; serta Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku Amran H.I. Mustary.

    Dalam perkara ini, empat terdakwa sudah divonis. Abdul Khoir serta dua asisten Damayanti masing-masing dihukum 4 tahun penjara. Sedangkan Damayanti dihukum 4 tahun 6 bulan penjara.

    MAYA AYU PUSPITASARI

    Baca Juga:
    Inilah Obrolan Mirna-Jessica di Grup WA Sebelum Ngopi
    Jaksa Agung Ungkap Persamaan Kasus Mirna dengan Munir
    Mario Teguh Bikin Heboh, Dikepung dari Berbagai Penjuru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe