Selasa, 17 September 2019

Presiden PKS: Prabowo Tidak Menuntut Anies Minta Maaf  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum Gerindra, Prabowo Subianto (kedua kiri), melambaikan tangan bersama Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, saat menghadiri Rakornas PKS di Depok, 12 Januari 2016. Rakornas ini akan membahas tupoksi, program strategis serta rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Ketum Gerindra, Prabowo Subianto (kedua kiri), melambaikan tangan bersama Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (kiri) dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, saat menghadiri Rakornas PKS di Depok, 12 Januari 2016. Rakornas ini akan membahas tupoksi, program strategis serta rencana kegiatan dan anggaran tahunan (RKAT) 2016. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta-Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak menuntut Anies Baswedan untuk meminta maaf dalam masalah Pemilihan Umum Presiden 2014. 

    Keputusan PKS dan Gerindra untuk mengusung Anies dan Sandiaga Uno, kata Sohibul, lantaran keduanya dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni. "Kami ingin mengembangkan politik adiluhung," kata Sohibul, Senin, 26 September 2016.

    Prabowo, menurut Sohibul, menghormati keluarga Anies. Kakek mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, Abdurrahman Baswedan, merupakan tokoh pejuang kemerdekaan.

    Pada masa kampanye Pemilihan Presiden 2014, saat konferensi pers penyampaian program Jokowi-Jusuf Kall di Hotel Holiday Inn, Bandung, 3 Juli 2014, Anies pernah mengatakan bahwa pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diusung oleh partai politik yang dilakoni para mafia.

    Anies, yang saat itu tergabung dalam tim sukses pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, meminta masyarakat memilih kandidat yang bisa menciptakan perubahan.

    Baca: Ditanya tentang Dana Kampanye, Ini Jawaban Anies Baswedan

    Ihwal  politik adiluhung, Sohibul meyakini Anies juga memahami sopan santun dan etika politik. "Tanpa harus diminta, tentunya Anies tahu apa yang mesti dilakukan," kata dia.

    Menurut Sohibul, perubahan konstelasi politiklah membuat partainya mempertimbangkan calon-calon lain sebelum memutuskan mengusung Anies. Tak hanya mengajukan Sekretaris Jenderal PKS Mardani Ali Sera sebagai calon wakil Sandiaga, PKS juga sempat memperhitungkan kans politik Sandiaga dengan Yusril Ihza Mahendra.

    Simak: Cerita Anies Mengajak Selfie Pasangan Calon

    Setelah resmi mengusung Anies-Sandiaga, kata Sohibul, PKS dan Gerindra tak mewajibkan Anies menjadi salah satu anggota partai. Kewajiban masuk partai pengusung, kata dia, hanya berlaku bagi simpatisan yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

    LINDA HAIRANI

    Baca juga:
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah
    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Ini 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.