Bromo Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat ke Kawah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo Jawa Timur, 12 Juli 2016. Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Abu vulkanis menyembur dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo Jawa Timur, 12 Juli 2016. Hasil pantauan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Bromo masih berstatus Waspada dengan semburan abu vulkanis setinggi 300-800 meter mengarah ke barat daya serta selatan dan gempa tremor tercatat antara 2-21 milimeter. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Bromo dari waspada menjadi siaga. Ini disebabkan ada peningkatan aktivitas gunung yang terletak di Probolinggo, Jawa Timur, itu.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan peningkatan status dari waspada ke siaga itu dilakukan terhitung mulai Senin, 26 September 2016, pukul 06.00.

    "Konsekuensi dari kenaikan status Siaga, maka masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung atau wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer m dari kawah aktif Gunung Bromo," kata Sutopo dalam siaran persnya, Senin, 26 September 2016. Termasuk dalam radius ini adalah Lautan Pasir yang menjadi salah satu tujuan wisatawan ke Gunung Bromo.

    Sutopo mengatakan, selama periode 1-25 September 2016, gempa yang terekam adalah gempa tremor menerus dengan amplitudo maksimum berfluktuatif berkisar 0,5-23 milimeter (dominan 1–3 mm), gempa hembusan, gempa vulkanik dangkal (VB), dan gempa vulkanik dalam (VA).

    Sejak 24 September 2016, terjadi peningkatan gempa vulkanik dangkal yang signifikan yang mencapai jumlah 63 kejadian dan kejadian tremor menerus pada Minggu sejak pukul 13:00 WIB.

    Selama periode September 2016, terdengar suara gemuruh dari kawah Bromo, diikuti keluarnya asap tebal dari lubang kawah dengan tinggi 50-900 meter, dan teramati sinar api samar-samar hingga jelas dari kawah.

    Seismik pada Minggu kemarin menunjukkan tremor vulkanik menerus dengan amplitudo dominan 4 mm. Aktivitas kegempaan didominasi oleh gempa vulkanik dangkal (VB), getaran tremor, dan deformasi yang menunjukkan kecenderungan inflasi.

    Sutopo mengatakan potensi erupsi magmatik menerus masih dapat terjadi, yang dapat disertai sebaran material vulkanik hasil erupsi berupa  hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar), mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi.

    Selain larangan beraktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah, Supoto meminta pengunjung dan wisatawan bersikap tenang. "Jangan terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Bromo, dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus dan lebih besar," kata Sutopo.

    Dia mengatakan, BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Probolinggo, Malang, dan Pasuruan tentang aktivitas Gunung Bromo. Sejauh ini, BNPB menilai belum perlu pengungsian. Sebab, radius 2,5 km dari kawah Bromo berupa lautan pasir dan tidak ada permukiman.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.