Agus Menjawab Dugaan Cedera Punggung dan Karier Militernya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susilo Bambang Yudhoyono bersama anaknya Agus Harimurti Yudhoyono. dok.TEMPO

    Susilo Bambang Yudhoyono bersama anaknya Agus Harimurti Yudhoyono. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar miring terkait dengan pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono bertebaran. Ada yang menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono merelakan anak sulungnya itu terjun ke politik karena tahu karier militernya bakal mandek lantaran pernah cedera di bagian punggung.

    Agus memutuskan mundur dari dinas TNI Angkatan Darat saat pangkatnya masih mayor. Cedera punggung diduga menjadi hambatan Agus untuk meneruskan karier militernya menjadi perwira tinggi atau jenderal seperti sang ayah.

    Menjawab kabar itu, Agus mengatakan, "Kita kan tentara banyak latihan segala macem. Enggak masalah semuanya," saat ditemui di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Ahad, 25 September 2016.

    Baca: Agus Calon Gubernur, Keputusan SBY Tepat: Ini Alasannya

    Agus juga membantah bahwa alasan majunya dia sebagai salah satu calon dalam pemilihan kepala daerah 2017 karena kariernya mandek di militer.

    Agus datang ke BNN mengikuti tes narkotika dalam rangkaian persyaratan calon Gubernur DKI Jakarta. Saat datang, dia ditemani istrinya, Annisa Pohan.

    Simak: Ditanya Program, Begini Jawaban Cagub DKI Agus Yudhoyono

    Agus maju dalam pilkada DKI bersama Sylviana Murni, Deputi Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Pasangan itu diusung empat partai: Demokrat, PPP, PKB, dan PAN. Sebelum mengikuti tes narkoba seluruh pasangan calon telah menjalani tes kesehatan dan psikologi di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta.

    DEVY ERNIS

    Baca juga:
    Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Sebabkan Ahok Keok di Pilkada!
    Wah, Ketiga Calon Gubernur Jakarta bukan Kader Partai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.