Hari Jantung Sedunia Dirayakan di Gelora Bung Karno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yayasan Jantung Sehat memperingati Hari Jantung Sedunia di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 September 2016. dok.TEMPO

    Yayasan Jantung Sehat memperingati Hari Jantung Sedunia di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, 25 September 2016. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayasan Jantung Indonesia (YJI) memperingati Hari Jantung Sedunia. Peringatan yang dicanangkan World Heart Federation (WHF) sejak 2000 ini diperingati untuk menginformasikan penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia.

    "Penyakit kardiovaskular, jantung dan stroke, memakan korban sekitar 17,3 juta orang setiap tahun," kata Ketua Umum YJI Syahlina Zuhal dalam perayaan itu di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 25 September 2016. Hari Jantung Sedunia sedianya diperingati pada 29 September 2016.

    YJI dan WHF, ucap dia, menyatakan sekitar 80 persen kematian dini juga terjadi akibat penyakit kardiovaskular. Penyebabnya, ujar dia, merokok, mengkonsumsi makanan tidak sehat, kurang berolahraga, dan mengkonsumsi minuman beralkohol. "Sebenarnya ini dapat dicegah kalau faktor ini bisa dikendalikan," ucapnya.

    Dalam acara tersebut, disediakan pula beberapa tenda yang digunakan ratusan pengunjung untuk mengecek tekanan dan golongan darah. Tak hanya itu, beberapa tenda juga disediakan penyelenggara untuk memeriksa kadar kolesterol dalam darah secara gratis.

    Menurut Syahlina, pemeriksaan tekanan darah secara rutin dapat membuat masyarakat lebih waspada terhadap ancaman penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. "Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin," ujar Syahlina.

    Peringatan ini juga digelar di 14 kota lain di beberapa provinsi, di antaranya Bekasi, Surabaya, Malang, Semarang, Aceh, Medan, Palembang, Bengkulu, Samarinda, Maluku, Jayapura, dan Lampung. Dalam acara tersebut, disediakan layar besar untuk live streaming 14 kota tersebut.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.