Minggu, 22 September 2019

Nusa Tenggara Barat Ekspor 8.000 Topeng ke Amerika Serikat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Topeng Nusantara (FTN) 2010 di Cirebon, Jawa Barat.(TEMPO/Dwi Narwoko)

    Festival Topeng Nusantara (FTN) 2010 di Cirebon, Jawa Barat.(TEMPO/Dwi Narwoko)

    TEMPO.CO, Mataram - Asosiasi Profesi Ekspor Nusa Tenggara Barat siap mengekspor 8.000 topeng terbuat dari kayu yang dipesan pembeli dari Amerika Serikat.

    "Saya sudah tanda tangan perjanjiannya, termasuk harga yang sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya," kata Ketua Apex Nusa Tenggara Barat Anhar Tohri, di Mataram, Sabtu, 24 September 2016.

    Menurut dia, topeng hasil produksi para perajin dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Barat diminati pembeli dari Amerika karena memiliki ciri khas dari segi motif, dibandingkan produk sejenis yang diproduksi di sejumlah sentra produksi di Indonesia, seperti Bandung dan Yogyakarta.

    "Yang diproduksi di Bandung dan Yogyakarta itu juga para pengrajinnya banyak dari Lombok," ujarnya.

    Pesanan yang datang dari pembeli di Amerika, kata Anhar, merupakan yang pertama kali sejak industri kerajinan topeng di Pulau Lombok, mengalami keterpurukan karena kalah bersaing dengan Bandung dan Yogyakarta.

    Ia juga mengaku berani menerima pesanan topeng hingga 8.000 unit karena adanya kemudahan memperoleh surat keterangan asal (SKA) barang yang akan diekspor dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB.

    "Kalau dulu SKA-nya dari daerah lain, padahal topengnya hasil produksi pengrajin kita (Lombok)," ucapnya.

    Keberanian menerima pesanan, lanjut Anhar, juga didasarkan pada relatif mudahnya memperoleh bahan baku kayu albasia. Berbeda dengan sebelum industri topeng mengalami keterpurukan karena dihadapkan pada masalah kesulitan bahan baku kayu mahoni.

    Topeng dari kayu jenis albasia cukup diminati pembeli karena tidak bisa retak, tingkat kekeringan bagus, dan tidak berdampak pada kondisi cuaca apa pun. Berbeda dengan kayu mahoni yang rentan dimakan rayap, sehingga saat ini kurang peminat.

    Untuk memenuhi permintaan pembeli dari Amerika, Anhar mengaku sudah mengajak para perajin di Kecamatan Lingsar, Kecamatan Labuapi, dan Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, untuk melakukan produksi sesuai desain dan mutu yang diinginkan pembeli.

    "Pesanan pertama ini harus mampu memberikan kesan bahwa kami bisa menjaga kepercayaan. Pasar topeng di Amerika Serikat, adalah pasar lama. Ya kami coba sedikit-sedikit dulu," kata Anhar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe