Minggu, 22 September 2019

Tukang Kebun Bunuh Majikan Perempuan, Motif Masih Gelap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Warga Kecamatan Lirik, Indragiri Hulu, Yutmia Syafmelda, 24 tahun, ditemukan tewas di rumahnya, Jumat, 23 September 2016. Diduga korban tewas dibunuh oleh penjaga kebunnya, Mimin Purwanto, 36 tahun. "Pelaku kabur setelah membunuh korban," kata Kepala Kepolisian Indragiri Hulu Ajun Komisaris Besar Abas Basuni.

    Abas menuturkan Mimin diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap majikan perempuannya lantaran sempat terpergok suami korban sebelum kabur.

    Menurut Abas, peristiwa itu diketahui suami korban sekitar pukul 09.00. Suami korban pulang lebih awal karena sudah berjanji akan pergi ke bank di Air Molek bersama Yutmia. Namun setibanya di rumah, semua pintu dan jendela tertutup rapat. "Sudah digedor-gedor, tapi tidak ada jawaban," ucapnya.

    Suami korban berusaha menelepon istrinya namun tidak direspons. Tidak lama kemudian, suami korban mendengar suara pintu belakang dibuka. Begitu ke belakang, suami korban melihat pelaku Mimin berlari dengan cepat lalu melompat pagar. "Suami korban sempat melempar botol ke arah pelaku, tapi tidak kena," katanya.

    Merasa ada yang tidak beres, korban langsung masuk rumah. Alangkah terkejutnya dia saat melihat istrinya tertelungkup di dekat meja ruang keluarga. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal.

    Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan, olah tempat kejadian perkara, dan pemeriksaan saksi-saksi. Belum diketahui motif pelaku membunuh majikannya itu. Kepolisian masih mengejar pelaku.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe