Gagal Maju Cagub DKI, Rizal Ramli Beberkan Kesalahannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPW PAN DKI Eko Hendropurnomo bersama bakal calon Gubernur Jakarta 2017, Rizal Ramli, di kantor Ekomando, Jakarta Timur, 13 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    Ketua DPW PAN DKI Eko Hendropurnomo bersama bakal calon Gubernur Jakarta 2017, Rizal Ramli, di kantor Ekomando, Jakarta Timur, 13 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta maaf karena gagal maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang. Rizal memohon maaf jika dia berbuat salah kata dan tindakan, khususnya kepada pihak-pihak yang telah mendukungnya.

    “Kesalahan saya yang terlalu mengandalkan modal sosial dan kurang memahami bahwa modal finansial sangat menentukan di era demokrasi liberal yang padat modal ini,” ujar dia, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 23 September 2016.

    Baca juga:
    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI
    Julia Perez Siap Susah Bila Ada Pria ke Rumahnya dan…

    Rizal mengatakan ketergantungan itu membuat politik kini semakin pragmatis dan menjauhi kepentingan rakyat. Selanjutnya, Rizal tetap mengucapkan syukuratas proses yang telah dilalui bersama, terutama kesempatan yang telah terbuka untuk memperjuangan nilai, misi, dan program kesejahteraan bersama. “Kita kerjakan untuk kemakmuran bersama, dan dengan kehormatan serta integritas.”

    Rizal pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya lebih dari 50 organisasi masyarakat. “Mereka yang membujuk, berdoa, dan berjuang untuk mengubah Jakarta menjadi lebih manusiawi, tanpa tangisan, adil, lebih baik, dan asik,” katanya.

    Secara khusus dia juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para nelayan, rakyat yang digusur semena-mena, kaum marhaen, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, habib, Budha, Kong HuChu, teman alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga masyarakat Betawi-Nusa Tnggara.”Semuanya begitu bersemangat memperbaiki Jakarta,” ujarnya.

    Baca juga:

    Mario Teguh Dituding Lempar Setrika, Ini Respons Aryani
    Aryani Mau Buka-bukaan Mister X, Reaksi Mario Teguh Ditunggu

    Rizal juga mengingatkan untuk tidak mudah menyerah dan tetap berjuang untuk bangsa. “Bangsa ini terlalu besar, dan cita-cita konstitusi kita terlalu mulia untuk bertopang hanya pada pragmatisme kerdil,” kata dia.

    Pilkada DKI Jakarta akan dilangsungkan pasa Februari 2017 mendatang. Tiga pasangan bakal calon sudah resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta. Gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju kembali bersama Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Ia telah mendapat dukungan dari emoat partai, yakni PDIP, Golkar, Hanura, dan Nasdem.

    Selanjutnya ada pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, yang diusung Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. Terakhir adalah pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS.

    GHOIDA RAHMAH

    Baca juga: Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.