Krishna Murti, Wakil Kepolisian Daerah Lampung Dicopot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombes Krishna Murti (kanan), disapa warga saat mendatangi TKP mutilasi wanita hamil di Cikupa, Tangerang, 23 April 2016. Pra-rekontruksi mutilasi dibatalkan karena petugas khawatir dengan keselamatan tersangka, Kusmayadi alias Agus. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    Kombes Krishna Murti (kanan), disapa warga saat mendatangi TKP mutilasi wanita hamil di Cikupa, Tangerang, 23 April 2016. Pra-rekontruksi mutilasi dibatalkan karena petugas khawatir dengan keselamatan tersangka, Kusmayadi alias Agus. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia mencopot Komisaris Besar Krishna Murti sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung kendati baru dua bulan menjabat. Selanjutnya, dia dimutasi menjadi Kepala Bagian Pembangunan Kapasitas di Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri.

    Keterangan tersebut disampaikan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar dalam pesan pendek di Jakarta, Sabtu, 24 September 22016. Dia mengatakan Krishna dimutasi dalam rangka memperkuat hubungan internasional dan untuk mendukung tugas-tugas Sidang Umum Interpol yang akan dilaksanakan pada November 2016 di Bali.

    Baca juga:
    Kapolri Ungkap Dua Teman Wanita Krishna Murti, Video Papa...

    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI

    Surat telegram Kapolri Nomor ST/2325/IX/2016 tertanggal 23 September 2016 menyebutkan mantan Wakil Kapolda Lampung sebelum era Krishna Komisaris Besar Bonifasius Tampoi kembali diangkat menjadi Wakil Kapolda Lampung.

    Bonifasius sebelumnya adalah sekretaris lembaga di Sekolah Kepemimpinan Polri. Krishna diangkat menjadi Wakapolda Lampung sejak 22 Juli 2016.

    Boy membantah mutasi Krishna itu disebabkan oleh kasus dugaan penganiayaan. "Tidak ada kaitan. Dimutasi karena yang bersangkutan ahli di bidang hubungan internasional," katanya.

    Boy pun menegaskan bahwa pengusutan Propam Polri terhadap kasus yang membelit Krishna masih terus berjalan. "Penyelidikan masih berjalan dan belum sampai ke tahap kesimpulan. Propam masih mengumpulkan bahan keterangan," katanya.

    Kasus penganiayaan terhadap wanita yang diduga dilakukan oleh Krishna ini berawal dari beredarnya foto seorang wanita dengan luka lebam pada wajahnya. Wanita ini sempat diduga bernama Novena Widjaja, namun kemudian diketahui bernama Alice Wara.

    Selain foto, belakangan sebuah video pun beredar di Internet. Meski demikian, Alice menyatakan soal foto dirinya dalam kondisi lebam dan diperban bukan akibat dianiaya. Dia juga membantah memiliki hubungan khusus dengan Krishna.

    Menyangkut video, Alice mengakui anak dalam video itu adalah anaknya dan membantah bayi itu anak Krishna. Dalam video berdurasi sekitar satu menit itu, terlihat Krishna sedang bermain dengan bayi di sebuah kamar.

    Sejauh ini, baik Krishna, Novena, dan Alice sudah memberi keterangan kepada Propam.

    ANTARA

    Baca juga:

    Mario Teguh Dituding Lempar Setrika, Ini Respons Aryani
    Aryani Mau Buka-bukaan Mister X, Reaksi Mario Teguh Ditunggu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.