Mundur dari TNI, Mayor Agus Tak Dapat Uang Pensiun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono dan Syliviana Murni. dok.TEMPO

    Agus Harimurti Yudhoyono dan Syliviana Murni. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayor Agus Harimurti Yudhoyono resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai perwira Tentara Nasional Indonesia. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Mayor Agus tidak mendapatkan pensiun dari masa dinas sebagai anggota TNI.

    Gatot menjelaskan berdasarkan mekanisme di TNI terdapat ikatan dinas selama 10 tahun. Uang pensiun, kata dia, diberikan pada anggota yang telah melewati masa dinas 10 tahun kedua.

    "Apabila ikatan dinas 10 tahun kedua lalu dia mengundurkan diri, dia bisa mendapatkan pensiun, tapi kalau ikatan dinas pertama sudah mengundurkan diri dia tidak dapat pensiun," kata Gatot di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat 23 September 2016.

    Adapun Agus merupakan lulusan Akademi Militerb akhirnya dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta medali Adhi Makayasa pada Desember 2000. Setelah itu, dia mengikuti jejak ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono, masuk ke Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Jabatan terakhir Agus sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning, Tangerang.

    Gatot telah menerima surat pengunduran diri Agus pada Jumat pagi melalui Komandan Brigade. Menurut dia, surat pemberhentian akan diberikan apabila Mayor Agus resmi mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah ke Komisi Pemilihan Umum.

    Mayor Agus Harimurti Yudhoyono resmi diusung menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada 2017. Ia diusung koalisi Cikeas yang terdiri atas Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN pada Jumat, dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

    Agus bakal berdampingan dengan Sylviana Murni. Sylviana pun mengundurkan diri dari jabatan profesionalnya sebagai Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Pendaftaran mereka ke KPUD DKI, rencananya akan dilakukan pukul 19.00 WIB, hari ini. Pasangan ini bakal bersaing melawan inkumben pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan koalisi Kertanegara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Koalisi Kertanegara digawangi Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

    ARKHELAUS W.

    Baca juga:
    Anies Bisa Kalahkan Ahok? Inilah 5 Hal Mengejutkan di Pilkada DKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.