Inilah Potensi Luwu Timur dalam Tarik Investor  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia's Attractive Award 2016.

    Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia's Attractive Award 2016.

    INFO NASIONAL - Dalam ajang yang digelar Tempo Media Group bersama dengan Frontier Consulting Group tersebut, Kabupaten Luwu Timur meraih penghargaan sebagai Kabupaten Potensial dengan index 66.29 serta Kabupaten Potensial kategori investasi dengan index 80.54.

    Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Luwu Timur, Thorig Husler pada malam penganugerahaan Indonesia’s Attractiveness Award 2016 di Hotel Mulia, Senayan Jakarta,  22 September 2016. Thorig mengungkapkan, penghargaan tersebut merupakan sebuah bahan evaluasi serta pemicu bagi pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mengembangkan Kabupaten Luwu Timur kedepannya. “Bukan berarti penghargaan ini untuk bahan berbangga kami,” katanya.

    Penilaian yang dilakukan dalam Indonesia’s Attractive Award sendiri diperoleh dari data primer dan sekunder. Data sekunder berasal dari berbagai instansi seperti BKPM, BPS, Bank Indonesia dan kementrian-kementrian. Sementara untuk data primer dilakukan dengan cara Mystery Calling terhadap 12 institusi di masing-masing kabupaten dan kota.

    Pencapaian Luwu Timur dalam penghargaan ini, menurut Thorig, tak lepas dari upaya yang telah dilakuukan oleh pemerintah kabupaten serta peranan BKPMD dalam melakukan promosi serta dengan mengikuti berbagai pameran di tingkat regional maupun nasional. Ia menambahkan, selama ini yang menjadi potensi unggulan dan menjadi daya tarik Luwu Timur bagi para investor merupakan sumber daya alam, mulai dari sektor pertambangan yakni nikel dan besi, serta sektor pertanian dalam artian yang luas, seperti tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan.

    Dalam upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menarik investor, kata Thorig, pihaknya membuat sebuah kebijakan yang memudahkan para investor, serta memungkinakan mereka untuk dapat menanamkan modalnya di Luwu Timur tanpa harus berkunjung langsung. “Kami mempersiapkan sistim perizinan yang terintegrasi satu pintu, dan juga dengan sistim online. Jadi investor hanya perlu memenuhi persyaratan, tanpa datang langsung ke sini,” ujar Thorig.

    Selain itu, Thorig juga menjelaskan bahwa Kabupaten Luwu Timur saat ini memiliki nilai ekspor tertinggi untuk Provinsi Sulawesi Selatan dengan menyumbang 45 persen dari total nilai ekspor tertinggi Sulawesi Selatan. Thorig menjabarkan bahwa angka tersebut di luar dari sektor pertambangan yang lebih masif. “Ini untuk sektor pertanian seperti komoditi kakao, lada, serta perikanan. Tentunya itu menjadi kelebihan kami yang juga berperan penting untuk Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

    Untuk mempermudah serta memberikan pendekatan pelayanan, serta memperlancar arus distribusi barang dan jasa dengan pasar dan pusat industri, pemerintah Kaabupaten Luwu fokus dalam mengembangkan infrastruktur pembangunan jalan di Luwu Timur. “Konsepnya membangun desa, menata kota. Semua jalan yang sebelumnya tanah, kami aspal, hotmix, maupun beton bahkan sampai ke pusat produksi,” ungkap Thorig. Sementara itu, infrastruktur lain yang juga sedang dikembangkan pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk menarik investor adalah pembangunan pelabuhan serta pengadaan bandara.

    “Jika infrastrukturnya kurang bagus pasti daerah itu susah dijangkau. Walaupun daerah memiliki produksi yang bagus tapi tidak didukung adanya infrastruktur, maka akan sia-sia,” ungkap Thorig.

    Thorig berharap dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Luwu Timur serta diraihnya penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award ini, akan lebih banyak lagi investor yang datang. “Kami siap membantu mempermudah dalam perizinan sampai mereka (investor) berinvestasi di Luwu Timur,” pungkasnya. http://www.luwutimurkab.go.id/ (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.