Minggu, 22 September 2019

Anies Baswedan-Sandiaga Jalan ke Kantor Indonesia Mengajar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan-Sandiaga Uno. dok.TEMPO

    Anies Baswedan-Sandiaga Uno. dok.TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Sandiaga Salahuddin Uno dan Anies Baswedan berjalan keluar dari Masjid At-Taqwa di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Jumat, 23 September 2016. Sejak dari pintu Masjid, jemaah salat Jumat mengajak Anies dan Sandi bersalaman serta berfoto bersama.

    Para wartawan langsung menyerbu mereka dengan pertanyaan di depan pagar. Seperti, apakah mereka berdua akan berpasangan dalam pencalonan Gubernur DKI Jakarta? Sandiaga berjalan duluan disusul Anies. Mereka sama-sama dikerubung wartawan.

    Saat ditanya mau ke mana, Anies menjawab, "Mau ke kantor Indonesia Mengajar." Di tengah jalan, Anies sempat berbincang dengan Sandi, yang sama-sama memakai baju putih. Mereka pun berjalan beriringan.

    Wartawan masih mencecar Sandi dengan berbagai pertanyaan. "Ini rumah orang tua saya, udah tahu ya?" ucap Sandi sambil menunjuk rumah putih di dekat masjid. "Tahu kok, Pak," kata seorang jurnalis. Saat ditanya kapan pengumuman bakal calon gubernur dan wakil gubernur Gerindra dan PKS, Sandi menjawab, "Abis salat Jumat." Lalu Sandi tertawa.

    Sandi lega setelah salat Jumat. "Kurang tidur, ngantuk pas lagi salat Jumat," ujar Sandi. Anies lebih banyak diam. Namun Anies optimistis menatap masa depan Jakarta yang baru.

    Wartawan tak henti menggoda mereka. Namun keduanya tetap tak mau memberi bocoran mengenai nama calon yang keluar nanti. "Bapak happy?" tanya seorang wartawan. "Happy selalu, sangat happy. Apalagi mau ke Indonesia Mengajar," tutur Sandi. Dia diajak Anies melihat gedung Indonesia mengajar, organisasi yang didirikan Anies. Lima menit berjalan kaki, mereka pun masuk ke kantor itu, di Jalan Galuh II Nomor 4.

    Tak sampai lima menit, mobil putih yang membawa Sandi keluar dari pagar Indonesia Mengajar. Dia pergi ke rumah orang tuanya yang hanya berjarak 2-3 rumah.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.