Pesisir Selatan Jawa Timur Dilanda Gempa, Penduduk Diminta Waspada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COSurabaya - Gempa bumi berkekuatan 5,1 skala Richter yang terjadi di pesisir laut selatan Jawa Timur dinihari kemarin tak berpotensi tsunami. Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf mengatakan sampai saat ini belum ada laporan tanda-tanda terjadinya tsunami akibat gempa itu. 

    "Mudah-mudahan memang tidak terjadi," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu kepada Tempo di kediamannya, Jumat, 23 September 2016.

    Akhir-akhir ini, pesisir laut selatan memang mengalami gempa beruntun. Gus Ipul menjelaskan, gempa beruntun ini terjadi sejak 10 September 2016, kemudian disusul gempa kedua pada 21 September 2016. Gempa terakhir terjadi pada Kamis, 22 September 2016, pukul 01.07 WIB. 

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa pertama berkekuatan 5 SR pada kedalaman 10 kilometer berjarak 192 kilometer barat daya Kabupaten Trenggalek. Disusul gempa kedua dengan kekuatan 2,9 SR di kedalaman 55 kilometer dengan pusat gempa 52 kilometer tenggara Kabupaten Trenggalek pada pukul 14.28 WIB. 

    Terakhir, gempa terjadi dinihari tadi dengan kekuatan 5,1 SR dengan kedalaman 10 kilometer di pusat gempa 108 kilometer tenggara Pacitan. "Meski tak berpotensi tsunami, masyarakat dan pemerintah harus tetap waspada," ujar Gus Ipul. 

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Sudarmawan mengatakan gempa yang terjadi di Trenggalek, Pacitan, Karangkates, dan Malang merupakan gempa bumi tektonik. Dampaknya menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempa Bumi. 

    "Jadi ada guncangan di Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Karangkates," tuturnya. 

    Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa dengan pusat di laut bagian tenggara Pacitan ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi antara lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia. Secara seismik, zona Jawa memang zona yang sangat aktif dan sering terjadi aktivitas gempa dangkal.

    "Karena itu, 16 alat pendeteksi tsunami di sepanjang pesisir pantai selatan terus diaktifkan," ucapnya. 

    Sampai saat ini, menurut dia, belum ada laporan soal kerusakan dampak akibat gempa bumi yang terjadi. Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap adanya gempa. "Tetap tenang karena gempa ini tak berpotensi tsunami," katanya. 

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.