Minggu, 22 September 2019

Poros Cikeas Tunggu Gerindra-PKS hingga Jam 11 Malam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana selama rapat koalisi Cikeas. Imelda

    Suasana selama rapat koalisi Cikeas. Imelda

    TEMPO.CO, Bogor - Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Amanat Nasional bersepakat mengusung satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta. Keputusan ini dihasilkan lewat pertemuan empat ketua umum di Puri Cikeas sore tadi. 

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengatakan pasangan calon itu akan diajukan ke Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendapat dukungan. "Kami tetap berkomunikasi dengan teman-teman Gerindra dan PKS," katanya di Puri Cikeas, Bogor, Kamis, 22 September 2016.

    Koalisi ini berencana mengumumkan calon yang diusungnya malam nanti sekitar pukul 23.00. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy mengatakan koalisi ini akan menunggu keputusan Gerindra dan PKS hingga tiba waktu pengumuman. "Kami tunggu respons mereka sampai jam 11 malam," ujarnya. 

    Baca: Calon Gubernur DKI dari Gerindra Diumumkan Malam Ini

    Romi—sapaan Romahurmuziy—berujar, dia telah bertemu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebelum ke Cikeas. "Hasil pertemuan tadi kami bawa ke sini (Cikeas) untuk kami bahas," tuturnya. 

    Romi menghindar saat ditanya hasil pertemuannya dengan Prabowo dan Sandiaga Uno. "Soal nama (bakal calon) kan sepakat nanti malam," katanya.

    Baca: Sandiaga Uno: Koalisi Sepakat Hanya 2 Calon di Pilkada DKI

    Di lain tempat, bakal calon Gubernur DKI yang diusung Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengatakan telah bertemu Anies Baswedan. Dia berujar, mereka sepakat ingin memajukan Jakarta.

    Namun, kata Sandi, pertemuannya dengan Anies bukan bagian dari hasil kesepakatan pertemuan, yang hari ini dilangsungkan di rumah Prabowo Subianto. 

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe