Banjir di Garut Merusak 11 Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kawasan terdampak banjir bandang aliran Sungai Ciamanuk di Kampung Cimacan, Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9). Berdasarkan data BNPB jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Garut mencapai 23 orang dan 18 lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Foto udara kawasan terdampak banjir bandang aliran Sungai Ciamanuk di Kampung Cimacan, Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9). Berdasarkan data BNPB jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Garut mencapai 23 orang dan 18 lainnya masih dalam pencarian. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.COJakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir bandang yang terjadi di Garut pada Senin lalu telah menghancurkan sejumlah sekolah. 

    Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, 11 sekolah dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas mengalami kerusakan.

    “Kegiatan sekolah pada hari pertama pasca-bencana libur. Sedangkan pada hari kedua dilakukan pemanfaatan gedung secara bersama-sama,” kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 September 2016.

    Sutopo menuturkan setidaknya ada dua sekolah yang rusak parah, yaitu SDN Sukaratu 1 Banyuresmi dan SMP PGRI. Sedangkan sekolah lain masih tetap menggunakan bangunan sekolah masing-masing. Akibat banjir bandang itu, total kerugian atas kerusakan sekolah diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.

    Kepala BNPB Willem Rampangilei memberikan arahan terkait dengan masalah pendidikan, misalnya membangun tempat darurat untuk sekolah. BNPB telah mengirimkan bantuan pakaian sekolah kepada anak-anak yang terkena dampak banjir bandang. Adapun prioritas utama posko tanggap darurat berfokus pada pencarian dan penyelamatan korban yang belum ditemukan serta pelayanan kebutuhan dasar bagi 433 pengungsi.

    Banjir bandang di Garut dipicu hujan dengan intensitas tinggi di daerah hulu pada Senin lalu sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir bandang lebih dulu melanda Desa Mulya Sari, Kecamatan Bayongbong, dan berlanjut ke Kecamatan Tarongong Kidul, Garut Kota, hingga Cibatu. Daerah yang paling parah dilanda banjir bandang adalah Desa Haurpanggung, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, serta Kelurahan Sukamentri dan Kelurahan Paminggit, Kecamatan Garut Kota.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.