Inilah Primadona di GIF Tangsel 2016

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah universitas ternama di Tanah Air tak ketinggalan

    Sejumlah universitas ternama di Tanah Air tak ketinggalan "unjuk gigi" di pameran berskala internasional ini.

    INFO NASIONAL - Hari baru menunjukkan pukul 08.00 WIB, tapi geliat keriuhan pemeran bertajuk Tangsel Hi Tech Fair pada perhelatan akbar Global Innovation Forum (GIF) Tangsel 2016 yang digelar di Graha Widya Bhakti Puspitek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, sudah terasa.

    Beberapa orang penjaga stan tampak sibuk menata produk-produk inovatif yang akan dipamerkan. Dalam catatan kepanitiaan, paling tidak ada 130 stan produk inovatif dari beberapa negara yang dipamerkan di sini.

    Memang pameran ini tak semeriah acara GIF sendiri. Namun, paling tidak, kehadiran pameran ini memberi atmosfer berbeda bagi para peserta yang jenuh mengikuti workshop atau seminar yang fokus pada penataan taman teknologi (technopark) beserta infrastrukturnya ini.

    Mulai produk-produk usaha kecil menengah (UKM), produk hasil pengembangan teknologi, hingga produk asal Korea Selatan, ikut meramaikan acara ini. Bahkan sejumlah universitas ternama di Tanah Air tak mau ketinggalan “unjuk gigi” di pameran berskala internasional tersebut.

    Salah satu stan yang cukup mendapat perhatian dan patut dikunjungi di pameran ini adalah C-tech Labs. Sebab, stan ini memamerkan produk andalan berupa alat pendeteksi sel kanker di otak manusia yang dapat menemukan sel-sel kanker dalam waktu kurang dari lima menit. Selain itu, yang membanggakan, alat yang menyerupai helm ini merupakan produk asli asal Tangerang Selatan.

    Alat itu bukan satu-satunya karena ada lagi alat terapi kanker payudara yang berupa jaket. Produk-produk yang digagas Dr Warsito P. Taruna, MEng ini, konon menggunakan komponen-komponen lokal yang diracik di bilangan Alam Sutera, Tangerang Selatan.

    Menurut Warsito, ide penciptaan alat ini muncul ketika salah satu kakaknya mengalami penyakit kanker. Jadi, berdasarkan pengetahuan elektro yang dia miliki, dia kemudian merancang alat pendeteksi dan terapi kanker tersebut. “Namun alat ini belum dijual secara komersial, dan jika memang ada yang ingin menjalankan terapi dengan alat ini, harus dengan referensi dokternya,” katanya.

    Antusiasme pengunjung memang sudah tampak sejak hari pertama pameran dibuka. Pengunjung yang datang mulai anak-anak sekolah dasar hingga para mahasiswa perguruan tinggi, juga pegawai negeri dan pegawai swasta, tua dan muda, tumpah ruah memadati kawasan pameran.

    Lia, salah satu pengunjung pameran mengaku, tak menyesal berkunjung ke pameran teknologi Tangsel ini meski dia melakukan perjalanan cukup jauh dari bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan. “Enggak rugi deh, Mas. Apalagi ini momen yang jarang di negeri ini,” tuturnya.

    Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta ini merasa pameran itu cukup menarik. “Produk-produk yang dipamerkan pun cukup beragam, dan sebagian besar merupakan pengembangan dari teknologi yang sudah ada. Bahkan di sini kita bisa melihat penemuan-penemuan baru dari berbagai negara,” katanya.

    Kabag Humas dan Protokol Pemkot Tangerang Selatan Dedi Rifidi tak menampik kalau pameran Hi Tech Tangsel telah menjadi salah satu acara primadona di penyelenggaraan GIF 2016. Dia menyatakan setiap hari peserta yang hadir dalam acara GIF 2016 antara 600 hingga 800 orang. Semua merupakan akademikus, praktisi dari dalam dan luar negeri, serta para wali kota yang tergabung dalam APEKSI. Sementara itu, yang hadir di pameran Hi Tech diperkirakan jauh lebih besar, yakni antara 1.000-1.200 orang setiap hari, karena pengunjung Pameran Hi Tech tak hanya peserta GIF, tapi juga dari kalangan masyarakat umum.

    “Pengunjung Pameran Hi Tech ini mungkin 1.000 lebih setiap hari. Mereka datang dari berbagai macam golongan. Namun sebagian besar adalah akademikus dari kampus-kampus seluruh Indonesia dan para tamu undangan,” kata Dedi. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.