Menolak Ahok, Warga Tanah Merah Daulat Anies Baswedan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bersama keluarga berpamitan dengan para pegawai di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 27 Juli 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan bersama keluarga berpamitan dengan para pegawai di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 27 Juli 2016. M Iqbal Ichsan/Tempo

    TEMPO.COJakarta - Warga Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, serius mewujudkan ancamannya yang akan menarik dukungan untuk PDI Perjuangan jika mengusung kembali gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017

    "PDIP banyak kader mumpuni, tapi kenapa harus mencalonkan orang di luar partai?" kata M. Sugiyanto, koordinator warga Tanah Merah, saat mendatangi kediaman bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Jakarta Selatan, Rabu, 21 September 2016.

    Sugiyanto, 71 tahun, pada 30 Agustus 2016, bersama warga Tanah Merah pernah memberikan pernyataan sikap atas penolakan kepemimpinan Ahok dan mengancam akan mencabut dukungan kepada PDI Perjuangan. 

    Tanah Merah merupakan basis massa PDIP yang mencakup tiga kelurahan dan dua kecamatan. Wilayah itu dihuni sekitar 12 ribu kepala keluarga yang terdiri atas 35 ribu jiwa.

    Hari ini, Sugiyanto bersama warga lainnya mendatangi kediaman Anies untuk mewujudkan konsistensi atas ucapannya. Dia merasa betul-betul dikecewakan atas keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan berniat mengusung Anies Baswedan agar melawan Ahok dalam pilkada. 

    "Kami mencari sosok orang yang prorakyat kecil. Satu-satunya adalah Bapak Anies Baswedan. Beliau seorang pendidik mumpuni dan sudah terkenal," ujarnya.

    Ketua RW 09 Rawa Badak Selatan Jones Naibaho mengungkapkan bahwa kedatangan warga Tanah Merah secara berbondong-bondong ini ingin menyampaikan aspirasi dari akar rumput. Jones, yang merupakan inisiator Forum RT/RW, mengatakan warga ingin mencari perlindungan dari seorang pemimpin yang mau mengayomi warga DKI.

    "Sudi kiranya Bapak Anies bersedia jadi cagub DKI karena Bapak Anies sekitar 80-90 persen namanya diusung untuk menentang Ahok," tuturnya.

    Mendengar hal itu, Anies lebih banyak tersenyum. Dia menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan apa pun terkait dengan pencalonan dirinya. 

    Dia berdalih keputusan itu ada pada partai politik. Namun Anies menjanjikan bahwa aspirasi warga yang mendatanginya akan ia teruskan kepada siapa pun calon yang ditunjuk. "Siapa pun yang ditugaskan, saya akan ikut meneruskan. Bapak dan Ibu ke sini, ini tanggung jawab moral saya untuk teruskan," ucapnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.