MPR Ingatkan Bahaya Intervensi Asing Lewat Narkoba

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rasa kebangsaan generasi muda yang semakin luntur makin memudahkan intervensi asing.

    Rasa kebangsaan generasi muda yang semakin luntur makin memudahkan intervensi asing.

    INFO MPR - “Lunturnya rasa kebangsaan karena sesama kita selalu gesekan. Bertengkar yang tidak menghasilkan. Cemburu yang tidak ada artinya,” ucap Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang.

    Hal tersebut dia ungkapkan di hadapan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Gamapi Fisipol UGM). Para intelek muda tersebut datang ke MPR dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan MPR dengan Gamapi Fisipol UGM. Sebanyak 65 mahasiswa dan mahasiswi hadir di acara yang bertempat di Ruang GBHN, Nusantara V, Senayan, Jakarta pada Rabu, 21 September 2016.

    Lebih lanjut, Oesman mengungkapkan, rasa kebangsaan generasi muda yang semakin luntur makin memudahkan intervensi asing. “Indonesia dengan empat pilarnya sulit dihancurkan dan dibubarkan. Tidak ada intervensi yang bisa menghancurkannya, sehingga dimasukkanlah narkoba. Korbannya generasi muda,” katanya.

    Bahaya narkoba inilah yang disebut Oesman bisa menjadi ancaman serius. Dia yakin bangsa ini memiliki kemampuan untuk bertahan di masa depan. Adapun kedatangan mahasiswa UGM ke MPR yang ingin mendapat sosialisasi Empat Pilar, menurut dia, sebagai bentuk kesadaran. “Empat Pilar harus kalian implementasikan,” ujarnya. Oesman yakin mahasiswa memahami Empat Pilar karena mereka adalah golongan intelektual.

    Dalam mengimplementasikan Empat Pilar MPR, diharapkan mahasiswa terus berkarya sesuai dengan kreativitas generasi muda tanpa menghilangkan esensi pilar bangsa.

    “Saya senang dengan mahasiswa. Kalian spontan mengeluarkan yang dipikirkan. Jangan pernah berpikir kampus jadi kerangkeng. Kampus adalah ruangan yang tertutup tapi terbuka untuk menyalurkan aspirasi,” ucap Oesman. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.