Tak Diusung Mega, Risma Penuhi Janji Warga Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau Taman Gantung usai diresmikan di gedung Siola Jalan Tunjungan Surabaya, 26 Juli 2016. TEMPO/ MOHAMMAD SYARRAFAH

    TEMPO.CO, Surabaya - Keluarga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa pengumuman PDI Perjuangan yang telah resmi mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 sesuai dengan prediksi. Menurut putra Risma, Fuad Benardi, tanda-tanda bahwa PDIP akan mengusung Ahok dan Djarot sudah terlihat lama.

    "Saya beberapa kali sudah bilang ke masyarakat kalau Bu Risma tetap di Surabaya," ujar Fuad kepada Tempo, Rabu, 21 September 2016.

    Fuad lega ibunya tidak jadi dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh PDI Perjuangan. Dia berterima kasih kepada Ketua Umum Megawati karena mendengar aspirasi warga Surabaya.

    Baca Juga: PDIP Batal Boyong Risma, Warga Surabaya Lega

    Dengan begitu, Fuad mengatakan, ibunya dapat menepati janjinya kepada warga Surabaya saat kampanye pemilihan Wali Kota Surabaya bahwa Risma tidak akan mau dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Bu Risma dapat memenuhi janji warga Surabaya tetap di Surabaya," tuturnya

    Fuad berharap ibunya dapat lebih berfokus menyelesaikan semua pekerjaan dalam membangun Surabaya. "Tren bisa dilanjutkan, pembangunan Surabaya jalan terus."

    Fuad menyebutkan selama ini ibunya tidak berfokus bekerja sebagai wali kota gara-gara isu soal Risma akan diusung PDI Perjuangan sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Isu dicalonkan membuat Bu Risma tak bisa bekerja dengan enak," katanya.

    Simak: PDIP Usung Ahok, Kubu Sandiaga: Ahok-Sandiaga Head to Head

    Semalam, PDIP resmi mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017.

    Pertemuan berlangsung di rumah Megawati, Jakarta, pukul 17.25 WIB hingga 18.44 WIB. Sedangkan Risma ditunjuk menjadi juru kampanye nasional pilkada 2017.

    EDWIN FAJERIAL

    Baca Juga:
    Ahok-Djarot Diusung, Ketua RT: PDIP Khianati Rakyat Kecil
    Ini Dasa Prasetya PDIP yang Tak Sesuai dengan Kebijakan Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.