DPRD Anggap Sektor Pariwisata Minahasa Kurang Promosi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pantai di Pulau Nias, Sumatera Utara. TEMPO/Wahyu Setiawan

    Pantai di Pulau Nias, Sumatera Utara. TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Medan - Sektor kepariwisataan di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, dinilai kurang mendapatkan promosi meski potensinya besar dan dapat menjadi sumber penerimaan negara.

    Sekretaris Komisi D Bidang Pembangunan DPRD Sumatera Utara HM Nezar Djoeli yang dihubungi di Medan, pada Selasa, 20 September 2016, mengatakan, Kepulauan Nias memiliki banyak pantai dan pulau yang indah.

    Selain masih asri dengan air bening dan terumbu karang yang indah, pantai di Kepulauan Nias juga banyak menjadi lokasi selancar karena memiliki ombak tinggi disebabkan berhadapan langsung dengan samudera luas.

    Namun sayangnya, berbagai potensi sektor kepariwisataan tersebut kurang banyak diketahui disebabkan kurangnya promosi yang dilakukan.

    "Benar-benar perlu promosi. Sayang sekali potensi yang begitu besar diabaikan," kata politisi Partai Nasdem tersebut.

    Perlunya promosi itu juga disampaikan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan ketika membuka Pesta Yaahowu di Kabupaten Nias Selatan pada 17 September.

    Menurut Luhut, banyak wisatawan asing tersebut mempelajari dan memantau berbagai "event" dan potensi wisata melalui pemberitaan dan internet.

    Karena itu, pemerintah daerah di Kepulauan Nias perlu menggiatkan promosi, termasuk memanfaatkan media massa dalam memberitakan berbagai potensi yang ada.

    Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo memiliki keseriusan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan dan menjadikannya salah satu target penting.

    Hingga tahun 2019, pemerintah menargetkan sektor pariwisata menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar dengan proyeksi kunjungan wistawan hingga 20 juta orang.

    Untuk itu, pemerintah pusat akan selalu mendukung dan membantu promosi berbagai potensi wisata yang ada hingga ke tingkat internasional.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.