Bernazar, Sandiaga Uno: Tak Akan Bercukur hingga Jumat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Sandiaga Uno menyapa warga Jagakarsa saat melaksanakan Gerakan Jalan Santai di Taman Sevatho Dea, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 28 Agustus, 2016. Tempo/Abdul Azis

    Calon Gubernur Sandiaga Uno menyapa warga Jagakarsa saat melaksanakan Gerakan Jalan Santai di Taman Sevatho Dea, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 28 Agustus, 2016. Tempo/Abdul Azis

    TEMPO.COJakarta - Koalisi Kekeluargaan akan mendaftarkan bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta ke Komisi Pemilihan Umum pada hari terakhir, 23 September 2016. Calon Gubernur DKI yang diusung Partai Gerindra, Sandiaga Uno, punya nazar sampai pendaftaran itu dilakukan. 

    "Saya bernazar hari ini sampai Jumat tidak akan bercukur," kata Sandiaga di posko pemenangannya di Jakarta Selatan, Selasa, 20 September 2016.

    Sandiaga mengatakan nazar itu dilakukan atas keinginan sendiri. Dia tidak menjelaskan maksud nazar itu. Namun dia mengatakan bahwa nazarnya tidak bercukur kumis dan janggut pasti akan terlihat hasilnya dalam tiga hari ke depan.

    Kemudian, jika Koalisi Kekeluargaan berhasil mengusung satu pasangan calon untuk melawan calon gubernur inkumben, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Sandiaga akan kembali bernazar. "Kami bernazar, berziarah ke makam pendiri-pendiri bangsa dan berziarah di Tanah Suci, itu nazar setelah menuntaskan lari di lima wilayah," ujarnya.

    Sandiaga sebelumnya juga pernah bernazar saat Partai Gerindra belum memastikan akan mengusungnya dalam pilkada DKI 2017. Ia berjanji akan lari mengelilingi lima wilayah Jakarta jika Ketua Umum Prabowo Subianto menyatakan dukungan dan mengusungnya.

    Kepastian diusung akhirnya didapat pada akhir Juli 2016, saat ia menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Partai Gerindra di Hambalang, Jawa Barat. Sandi pun memenuhi janjinya dengan rutin berlari setiap akhir pekan di wilayah tiap kota administrasi.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.