ITB dan Secapa AD Gotong Royong Bangun Jembatan di Garut  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • QS World Ranking: ITB raih posisi 500 Besar Universitas Terbaik Dunia. dok/itb.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    QS World Ranking: ITB raih posisi 500 Besar Universitas Terbaik Dunia. dok/itb.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Bandung - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan tentara dari Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) bekerja sama membangun sebuah desa di pelosok Kabupaten Garut, Jawa Barat. Berbiaya total sekitar Rp 500 juta, salah satu yang dibangun adalah jembatan gantung sepanjang 30 meter dan lebar 1,8 meter yang dinamai Asa Ganesha.

    Ketua Lembaga Kemahasiswaan ITB Sandro Mihradi mengatakan jembatan itu menggantikan jembatan gantung berlantai jejeran bambu panjang yang sudah tidak layak pakai. Jembatan itu menghubungkan Desa Mekarwangi, Kecamatan Talegong; dengan Desa Nyalindung, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

    Desa Mekarwangi merupakan desa terjauh dari pusat Kecamatan Talegong juga jalan provinsi, dengan akses jalan berbatu dan terjal. Jembatan itu diresmikan Ahad, 18 September 2016, sekaligus menandai puncak kegiatan.

    Pembangunan jembatan itu merupakan salah satu kegiatan 162 mahasiswa berbagai program studi angkatan 2013 dan 2014, peserta kuliah kerja nyata tematik. “Sejak Desember 2015 sudah survei lokasi dan pembahasan tema kegiatan yang akan diterapkan ke masyarakat,” ujarnya kepada Tempo, Senin, 19 September 2016.

    KKN tersebut berjalan selama tiga pekan sepanjang 18 Juli hingga 8 Agustus 2016. Kegiatan itu juga dilakukan bersama 160 orang tentara Secapa AD yang menjalani kuliah kerja lapangan selama sepekan. “Mereka membantu kami dalam hal tenaga dan tukang ahli,” kata Sandro.

    ITB juga melibatkan tenaga ahli dari Pusat Pemberdayaan Pedesaan ITB. Selain jembatan, mereka membuat tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) dengan penyediaan air dari mata air dan air tanah, serta balai warga dengan panel surya. Mereka juga melatih warga membuat manisan kolang kaling yang buahnya banyak di desa, sapu ijuk, serta pupuk organik bercacing tanah, dan pendidikan lainnya.

    Biaya kegiatan tersebut sebesar Rp 450 juta berasal dari ITB untuk pembangunan jembatan dan sarana lain. Sedangkan ongkos transportasi, konsumsi, akomodasi, dan pelatihan, dibantu sumbangan Rp 80 juta dari BCA.

    Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bermawi P. Iskandar mengatakan kuliah kerja nyata tematik merupakan mata kuliah pilihan sebanyak dua satuan kredit semester di ITB. Mata kuliah itu menggabungkan materi tentang kemasyarakatan dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan empat kebutuhan dasar manusia, yakni terkait dengan air, infrastruktur, energi, dan pendidikan.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.