Minggu, 22 September 2019

Kode Suap Saipul Jamil: Dari Sampah sampai Terminal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kakak pedangdut Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah (kiri) berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 31 Agustus 2016. Samsul Hidayatullah dan kuasa hukum Saipul Jamil didakwa menyuap panitera PN Jakarta Utara sebesar Rp 50 juta untuk menentukan komposisi majelis hakim dalam perkara percabulan yang menyeret Saipul Jamil. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kakak pedangdut Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah (kiri) berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya saat menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 31 Agustus 2016. Samsul Hidayatullah dan kuasa hukum Saipul Jamil didakwa menyuap panitera PN Jakarta Utara sebesar Rp 50 juta untuk menentukan komposisi majelis hakim dalam perkara percabulan yang menyeret Saipul Jamil. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Saipul Jamil menggunakan kode "sampah" dan "terminal" dalam merencanakan suap kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Adanya kode-kode itu terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK memutar rekaman percakapan antara Saipul dan kakaknya, Samsul Hidayatullah dalam sidang suap perkara Saipul Jamil.

    Berthanatalia Ruruk Kariman, kuasa hukum Saipul, menjelaskan bahwa istilah "sampah" dimaksudkan untuk menyebut hakim. Sedang istilah "terminal" adalah sebutan bagi jaksa. "Jaksa disebut terminal karena letak kejaksaan dekat terminal," kata dia saat menjadi saksi untuk terdakwa Kasman Sangaji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 19 September 2016.

    Sebelum Bertha, Saipul Jamil memberi kesaksian secara terpisah bagi terdakwa Kasman Sangaji. Saat ditanya soal arti kode "sampah" dan "terminal", Saipul mengaku tidak tahu. "Itu tanyakan saja sama abang saya," ujarnya.

    Menurut Bertha, istilah "terminal" berasal dari Samsul. Sedang istilah "sampah" berasal dari dia. Meski mengaku tak mengerti, Saipul beberapa kali menggunakan istilah itu saat bercakap dengan Samsul melalui telepon.

    Seperti dalam percakapan pada 13 Juni 2016 atau sehari sebelum putusan Saipul. "Jadi kabar terbaru itu begini. Tiga yang disampah itu, tiga majelis itu," kata Samsul kepada Saipul seperti yang terdengar dalam percakapan.

    "Dia itu nggak bisa nyanggupin satu ternyata. Tapi lagi diupayakan malam ini kalau nggak besok jam sembilan kabarnya," ujar Samsul melanjutkan. Samsul mengatakan ketiga hakim tak mau ambil resiko karena angka tuntutan dengan vonis terpaut jauh.

    Pada percakapan lain, Samsul terdengar berbicara lagi dengan Saipul soal harga "vonis" artis dangdut itu. Samsul menyampaikan bahwa ia bertahan di angka Rp 300 juta jika hakim berkukuh tak mau menurunkan hukuman jadi satu tahun. Kepada Saipul, ia menyampaikan bahwa "sampah" meminta harga Rp 400 juta.

    "Artinya dia sih minta empat. Empat ratus," ucap Samsul kepada Saipul. Lantas Saipul bertanya, "Siapa?" Samsul menjawab dia yang dimaksud adalah sampah. Selanjutnya Saipul balik bertanya. "Sampah apa si terminal?" Samsul menegaskan bahwa yang meminta adalah sampah.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.