Usai Pembebasan Sandera, Pemerintah Fokus Pengamanan Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Kementrian Menkopolhukam, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjawab pertanyaan wartawan di Kementrian Menkopolhukam, Jakarta, 15 Agustus 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta  - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan pihaknya masih fokus pada upaya pembebasan warga negara Indonesia yang disandera di Filipina selatan. Namun di sisi lain  penyusunan prosedur teknis pengamanan laut Indonesia, Malaysia, dan Filipina masih berjalan.

    "Ya secepatnya (selesai), tapi kan sekarang tak bisa, operasi maritim (masih) membebaskan sandera," ujar Wiranto kepada wartawan di depan kantornya, Jakarta, Senin, 19 September 2016.

    Menurut Wiranto pemerintah masih harus mengembalikan WNI yang bebas ke tempat asalnya. Tiga tawanan kelompok Abu Sayyaf yang baru bebas adalah Emmanuel, Lorens Koten, dan Theodorus Kopong.

    Mereka  bekerja di kapal ikan berbendera Malaysia dan diculik pada 8 Juli 2016 di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia. "Mereka selamat, kembali ke keluarganya, itu dulu. Soal (operasi maritim) kan terkait pencegahan," tuturnya.

    Pemerintah, ujar Wiranto, masih punya tugas menyelamatkan beberapa WNI  yang ditahan Abu Sayyaf di wilayah Sulu. Namun, Wiranto memastikan langkah awal pengamanan laut sudah ada untuk mencegah bertambahnya kasus perompakan kapal. "Sementara ini sudah ada larangan untuk lalulalang pelayaran masuk, ke zona 'kritis' itu."

    Selain penjagaan laut, Wirato tak menutup kemungkinan adanya operasi darat gabungan, antara militer Indonesia dan Filipina. Ide itu juga muncul dalam rentetan pertemuan trilateral menteri pertahanan ketiga negara.

    Trilateral yang diikuti Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat diadakan di Bali, awal Agustus lalu. Bersama Menhan Malaysia Dato' Seri Hishammuddin Tun Hussein, dan Menhan Filipina Delfin Lorenzana, Ryamizard memperjelas kesepakatan tiga negara terkait patroli terkoordinasi.

    Trilateral serupa pun sempat berlangsung di Laos pada Mei 2016, di sela pelaksanaan ASEAN Defence Ministers' Meeting serta di Filipina pada Juni.

    Finalisasi Framework of Arrangement (FoA) alias kerangka kerjasama terkait pengamanan laut itu, kabarnya akan dilakukan pada pertemuan angkatan bersenjata tiga negara. Namun, hingga kini belum ada jadwal resmi rencana tersebut.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komponen Lokal Mobil Esemka Bima, Mesin Masih Impor dari Cina

    Mobil Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. adalah dua model pikap yang diluncurkan oleh PT Solo Manufaktur Kreasi pada Jumat, 6 September 2019.