Polisi Selidiki Motif Percobaan Pembakaran Gereja di Bombana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Infografis

    Infografis "Jejak Perusakan Gereja". (Ilustrasi: Unay)

    TEMPO.CO, Kendari-Aparat Kepolisian Resor Bombana, Sulawesi Tenggara, meringkus  Ahmad Jumadil, warga lingkungan Tangkelori Lameroro, Kecamata  Rumbia. Pemuda 19 tahun itu ditangkap karena melakukan percobaan pembakaran gereja  di daerah Hombis, Minggu 18 September 2016 sekitar pukul 19.00 Wita.

    Wakil Kepala Kepolisian Resor  Bombana Komisaris Agung Basuki mengatakan perbuatan nekat Ahmad itu dilaporkan oleh warga setempat yang melihat sumber api dari  dalam gedung gereja.

    "Barang buktinya berupa satu jerigen minyak tanah dan tumpukan kertas yang digunakan untuk membakar gereja," jelas  Agung di Kendari, Senin, 19 September 2016.

    Beruntung, kata  Agung, api belum sempat menyebar ke seluruh ruangan. Sebab warga langsung memadamkan api agar tidak makin membesar.  Pelaku, ujar Agung, sempat melarikan diri saat perbuatannya diketahui warga.

    Agung mengimbuhkan tim psikologi dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pelaku. Polisi, kata Agung, juga menyelidiki motif  pelaku membakar gereka.

    Menurut Agung Gereja Hombis tidak memiliki penjaga. Sehingga pelaku dengan leluasa dapat memasuki tempat ibadah itu dan mencoba membakar gedung.  Ahmaf Jumadil, kata Agung, masih ditahan Polres Bombana.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara