Minggu, 22 September 2019

Lagi, Pengikut Santoso Tewas Tertembak Satgas Tinombala

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Poso - Kontak senjata antara personel Satuan Tugas Tinombala dan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, kembali pecah, Senin, 19 September 2016. Dalam peristiwa tersebut, satu orang yang tewas diduga anak buah Santoso.

    "Benar, tadi kontak tembak pukul 08.30 WITA di wilayah perkebunan Tombua, Desa Tangkura, Kecamatan Poso Pesisir Selatan,” kata salah seorang anggota Satuan Tugas Tinombala yang enggan disebut namanya saat dihubungi Tempo, Senin 19 September 2016.

    Sumber tersebut menjelaskan, kontak tembak antara Personel Charlie 16 Satuan Tugas Tinombala dipimpin Brigadir Kepala Ristopa dengan satu orang tak dikenal (OTK). Pada saat Charlie 16 sedang Berpatroli di wilayah Perkebunan Tombua, tiba-tiba terlihat satu orang tak dikenal, lalu salah satu anggota Tim memberikan peringatan aba-aba agar orang tersebut mengangkat kedua tangannya. Namun orang tersebut hendak mengambil granat lontong miliknya sambil mengucapkan Allahu Akbar, kemudian Tim Charlie 16 langsung melepaskan tembakan ke arah orang tersebut.

    Orang yang diduga pengikut Santoso tersebut mengalami luka tembak di bagian kepala dan seketika itu meninggal dunia di lokasi. Ciri-ciri orang tersebut adalah berambut panjang sebahu, kulit putih, tinggi sekitar 164 sentimeter, mengenakan kaos warna kuning dilapisi pakaian dinas lapangan loreng, celana panjang abu-abu, dan sepatu kets warna putih.

    Satgas Tinombala juga menemukan sejumlah barang bukti dari korban. Berupa: empat granat lontong, dua golok, satu tas punggung dari plastik, satu kantong tidur warna jingga, dan sebuah gunting.



    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe