Kasus Suap Panitera, Saipul Jamil Akui Duit Diatur Kakaknya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendangdut Saipul Jamil memberikan kesaksian saat sidang praperadilan kasus suap terdakwa Rohadi di PN Jakarta Pusat, Jakarta, 28 Juli 2016. Rohadi merupakan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pendangdut Saipul Jamil memberikan kesaksian saat sidang praperadilan kasus suap terdakwa Rohadi di PN Jakarta Pusat, Jakarta, 28 Juli 2016. Rohadi merupakan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Artis dangdut Saipul Jamil mengakui bahwa dia memberikan surat kuasa penuh kepada kakaknya, Samsul Hidayatullah, untuk mengelola seluruh uangnya yang ada di tabungan. Saipul mengatakan kuasa itu diberikan agar Samsul mengurus semua kebutuhannya selama ia ada di penjara.

    "Surat kuasa saya pernah berikan tapi kosong, nggak ada nominalnya," kata Saipul saat menjadi saksi untuk Kasman Sangaji dalam sidang suap panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 19 September 2016.

    Dalam prakteknya, uang Saipul juga digunakan untuk menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi sebesar Rp 300 juta. Suap itu dilakukan oleh pengacaranya, Kasman Sangaj dan Berthanatalia. Uang itu diduga diberikan agar Rohadi membantu meringankan vonis perkara cabul yang menjerat Saipul.

    Perinciannya duit Rp 50 juta untuk mengatur penetapan majelis hakim. Sedangkan uang Rp 250 juta diduga diberikan kepada Rohadi agar diserahkan kepada hakim ketua yang telah meringankan vonis Saipul. Dalam sidang tersebut Saipul menjadi saksi untuk Kasman Sangaji dalam suap kepada Rohadi.

    Sebelumnya hakim ketua Mas'ud menanyakan apakah Saipul pernah meminta Samsul menarik uang sebesar Rp 565 juta dari rekening Saipul. Mantan suami Dewi Persik itu menjawab tidak pernah memberikan surat kuasa untuk mengambil uang sebesar itu. Ia pun mengatakan bahwa tak pernah menerima laporan dari Samsul soal penarikan uang Rp 565 juta.

    Jaksa kemudian bertanya surat kuasa yang diberikan kepada Samsul untuk urusan apa saja. "Untuk ya banyak, hutang--hutang saya, bayar karyawan saya," ucap Saipul menjawab pertanyaan jaksa penuntut umum.

    Mendengar jawaban Saipul, jaksa bertanya soal dia yang ingin membayar karyawan. "Memang saudara ini usaha apa?" tanya JPU. Saipul lalu menjawab, "Saya kan artis Pak!" Jawaban Saipul membuat seluruh hadirin tertawa.

    Selanjutnya jaksa kembali bertanya alasan Saipul memberikan kuasa penuh kepada kakaknya. "Jadi semua dipercayakan sama abang? Itu duit banyak lo," tanya jaksa kepada Saipul. "Kan abang kandung. Macem-macem tinggal dicari saja," ujar Saipul.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.