Ternyata Penyuap Ketua DPD Irman Gusman Berstatus Terdakwa!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor dan gudang  milik tersangka Xaveriandy Sitanto yang terletak di Jalan Bypass Kilometer 22 Kota Padang, Sumatera  Barat, Ahad 18 September 2016. Xaveriandy merupakan Direktur Utama CV SB yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPD RI Irman Gusman atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. ANDRI EL FARUQI

    Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor dan gudang milik tersangka Xaveriandy Sitanto yang terletak di Jalan Bypass Kilometer 22 Kota Padang, Sumatera Barat, Ahad 18 September 2016. Xaveriandy merupakan Direktur Utama CV SB yang ditetapkan sebagai tersangka bersama Ketua DPD RI Irman Gusman atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. ANDRI EL FARUQI

    TEMPO.CO, PADANG – Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor CV Semesta Berjaya, yang juga rumah pengusaha Xaveriandy Sutanto, di Jalan Kilometer 5 Bypass, Kota Padang, Sumatera Barat, kemarin. Dari rumah itu, penyidik terlihat menjinjing tiga buah koper berisi dokumen. 

    Pada saat bersamaan, penyidik KPK juga menggeledah gudang CV Rimbun Padi Berjaya, yang terletak di Kilometer 22 Bypass, Kota Padang. Hasilnya, empat koper dokumen diangkut ke dalam mobil.

    Baca juga:
    KPK Sebut Kasus Irman Gusman Sangat Tercela, Ini Sebabnya
    Saat SMP, Kiswinar Kaget Ketemu Mario Teguh & Istri Barunya

    Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut penangkapan terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman bersama Xaveriandy dan istrinya, Memi, Sabtu lalu. Irman diduga menerima suap Rp 100 juta sebagai imbalan menghubungi Bulog agar memberikan kuota distribusi tambahan gula untuk wilayah Sumatera Barat kepada CV Semesta Berjaya.

    Xaveriandy berstatus terdakwa perkara gula impor tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) di Sumatera Barat. Persidangan kasusnya tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Padang. Ketua majelis hakim kasus gula ilegal ini, Amin Ismanto, mengatakan Xaveriandy menjadi tahanan kota karena majelis hakim menganggapnya kooperatif. 

    Berdasarkan hasil penyelidikan KPK, Xaveriandy telah menyuap jaksa Farizal, yang menangani perkara tersebut. Dia diduga menggelontorkan besel sebesar Rp 365 juta supaya Farizal meringankan tuntutan itu.

    Selanjutnya: Wakil ketua KPK.....


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.