Tiba di Bandara, Jemaah Haji Langsung Diperiksa Kesehatannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Haji kloter I asal Makassar memeriksa barang bawaan saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    Calon Haji kloter I asal Makassar memeriksa barang bawaan saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, 20 Agustus 2015. Kloter pertama embarkasi haji Hasanuddin asal kota Makassar sebanyak 910 jemaah haji dari kota Makassar siap diberangkatkan ke tanah suci. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Moeloek hadir di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 01.30 WIB untuk menyambut kedatangan rombongan jemaah haji Indonesia kloter 1 embarkasi Jakarta.

    Sekitar 45 menit kemudian pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GA 7561 mendarat di lapangan terbang bandara yang terletak di Jakarta Timur itu.

    Setelah pesawat terparkir sempurna, Nila Moeloek didampingi beberapa staf dari Kementerian Kesehatan dan General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Rasyid Jauhari, berjalan mendatangi dan memasuki pesawat untuk menyambut dan melihat kondisi jemaah haji yang berjumlah 393 orang tersebut.

    "Kami sebagai Departemen Kesehatan tentunya menjaga agar tidak ada sesuatu yang kami khawatirkan, yakni virus onta itu," kata Nila Moeloek saat ditemui di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Ahad, 18 September 2016.

    Menurut Nila, sebenarnya sejak awal rombongan haji yang pulang ke Indonesia telah melalui pemeriksaan kesehatan yang ketat. Jika terjangkit penyakit, seperti virus MERS, mereka tidak akan diizinkan pulang. Bagi yang sudah lolos pemeriksaan kesehatan sebelum pulang, kondisi kesehatannya tetap dipantau setibanya di Tanah Air.

    "Sampai di sini kami juga mencari atau melihat apakah ada yang datang dengan sakit demam. Karena itu, mereka pertama diperiksa di pesawat, kedua melalui thermo scanner," kata Nila.

    Selain itu, jemaah haji diberikan kartu periksa, yakni Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) sebagai pengantar periksa di rumah sakit atau puskesmas, karena dikhawatirkan tubuh mereka masih dapat terjangkit virus MERS, yang bisa bertahan dalam masa inkubasi selama 7-14 hari. "Kalau dalam dua minggu panas, bisa kembali dengan membawa kartu tadi," ujar Nila.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe