KPK Ungkap Kebohongan Twitter Ketua DPD Irman Gusman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuitan di akun Twitter Ketua DPD, Irman Gusman. Twitter.com

    Cuitan di akun Twitter Ketua DPD, Irman Gusman. Twitter.com

    Laode meminta staf Irman Gusman itu untuk menghentikan pengoperasian Twitter karena memutar-mutar fakta yang sebenarnya. Laode menegaskan, semua prosedur penangkapan yang dilakukan KPK sudah sesuai dengan standar operasi (SOP) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    "Kami informasikan semua OTT ini direkam secara profesional oleh penyidik-penyidik KPK. Sehingga semua informasi yang bertentangan pada kesempatan kali ini adalah bohong," kata Laode.

    Baca: Pengacara Ungkap Kronologi Penangkapan Irman Gusman

    Dari pantauan Tempo hingga Sabtu malam pukul 19.35, cuitan dalam akun Irman itu kini sudah dihapus. Hanya ada cuitan terakhir Irman pada Kamis 15 September. "Bertindaklah dengan niat muliamu itu. Sekecil apapun tindakan kita akan sangat berarti dibandingkan hanya diam dan menunggu.#HappyFriday."

    Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman sebagai tersangka atas dugaan suap terkait dengan pengurusan kuota gula impor. "Pemberian kepada IG terkait dengan kepengurusan kuota gula impor," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Sabtu, 17 September 2016.

    Selain Irman, KPK menetapkan dua orang yang diduga sebagai pemberi suap menjadi tersangka. Dua orang itu adalah XSS, Direktur Utama CV SW, dan istrinya yang berinisial MMI. Dalam operasi tangkap tangan, KPK juga menahan WS, yang merupakan adik XSS. KPK juga menyita uang Rp 100 juta sebagai barang bukti.

    Baca: Ditangkap KPK, Keluarga Belum Bisa Hubungi Irman Gusman

    Menurut Agus, penangkapan tersebut bermula saat XXS, MMI, dan WS mendatangi rumah Irman pada Jumat, 17 September 2016, sekitar pukul 22.15 WIB. Pada Sabtu dinihari pukul 00.30, ketiganya ke luar rumah. Saat itulah tim KPK mendekati ketiganya yang sedang berada di dekat mobil yang terparkir di halaman rumah Irman.

    Tim penyidik KPK lantas meminta ketiganya masuk kembali ke rumah Irman. Saat berada di dalam rumah, tim meminta Irman membuka bungkusan berisi Rp 100 juta dengan lembaran Rp 100 ribu. Setelah itu, tim pun membawa keempatnya ke gedung KPK sekitar pukul 01.00 WIB.

    AMIRULLAH

    Rekomendasi Berita

    Isu Makin Santer, Ayu Ting Ting Jelaskan tentang Selingkuh

    Jika Marshanda Mau Menemuinya, Egi John Akan Sujud, dan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.