Rizal Ramli: Mohon Maaf Pak Ahok, Anda On the Way Down  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPW PAN DKI Eko Hendropurnomo bersama bakal calon Gubernur Jakarta 2017, Rizal Ramli, di kantor Ekomando, Jakarta Timur, 13 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    Ketua DPW PAN DKI Eko Hendropurnomo bersama bakal calon Gubernur Jakarta 2017, Rizal Ramli, di kantor Ekomando, Jakarta Timur, 13 September 2016. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Rizal Ramli menyebut popularitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam bursa calon kepala daerah DKI Jakarta 2017-2022 berangsur turun. "Mohon maaf Pak Ahok, Anda on the way down," kata dia dalam diskusi Polemik Radio Sindotrijaya Network dengan tema "Sinema Politik Pilkada DKI" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 17 September 2016.

    Menurut Rizal, elektabilitas Ahok menurun bukan karena agama atau suku. Melainkan karena kebijakannya sebagai gubernur. Rizal juga menyinggung soal kepemimpinan Ahok. "Semua orang mau dimusuhi," ujarnya. Kalau ada partai yang masih mau mendukung Ahok, kata dia, partai itu juga ikut "on the way down".

    Baca: Elektabilitas Merosot, Ahok: Turun, Ya Turun

    "Mayoritas pemilih itu bergeser," katanya. Dia meminta partai yang ingin mendukung Ahok agar berhati-hati memutuskan pilihan. "Dugaan saya partai yang mendukung Ahok di pilkada kali ini akan merosot di pemilihan 2019," ucap Rizal. Dia menilai Ahok berpihak kepada elit kekuasaan, misalnya, mendengarkan suara orang berpengaruh tapi "tajam" dan tegas kepada rakyat kecil.

    Rizal mengaku bingung ada partai yang berbeda ideologi dengan Ahok tetapi mau mendukung Ahok. "Bung Karno kok terjemahannya Ahok, gak nyambung," kata Rizal lagi. Dia menganggap Ahok memakai model orde baru karena memakai bantuan tentara saat menggusur. "Jadi ini adalah neo orba, menggunakan kekuatan tentara untuk pembangunan, menutup aspirasi rakyat," katanya.

    Baca: Ngotot Dukung Ahok, Ruhut: Sing Ada Lawan

    Selain itu, Rizal melanjutkan, Ahok juga memakai cara rezim Orba dalam mengumpulkan uang untuk pembangunan. Yakni mengambil dana dari para pengembang. Menurut Rizal, sebetulnya kebijakan itu melanggar Undang-Undang Keuangan Negara. Dana pengembang harus masuk ke anggaran pendapatan dan belanja daerah lalu diputuskan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

    Rizal berpendapat Ahok cerdas dan lihai karena bangga mengumumkan kalau dia akan menggusur 351 wilayah lain di Jakarta. "Dengan rencana menggusur 351 wilayah, mengirim message ke pengembang, saya ini gubernurnya pengembang," kata dia lagi.

    REZKI ALVIONITASARI

    Rekomendasi Berita

    Isu Makin Santer, Ayu Ting Ting Jelaskan tentang Selingkuh

    Jika Marshanda Mau Menemuinya, Egi John Akan Sujud, dan...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.