Minggu, 22 September 2019

Cikidang Meluap, Satu Desa Terendam Banjir di Tasikmalaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menerobos genangan banjir yang melanda Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya, Jawa Barat, 19 Desember. Sebanyak 494 rumah terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikidang serta curah hujan yang sangat tinggi. ANTARA/Adeng Bustomi

    Warga menerobos genangan banjir yang melanda Kecamatan Sukaresik, Tasikmalaya, Jawa Barat, 19 Desember. Sebanyak 494 rumah terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cikidang serta curah hujan yang sangat tinggi. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Sungai Cikidang yang melintasi Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meluap Sabtu dinihari, 17 September 2016, pukul 02.00 WIB. Akibat bencana ini, rumah warga di satu desa itu kebanjiran.

    "Air Sungai Cikidang besar, meluap," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Kundang Sodikin di lokasi kejadian, Sabtu, 17 September.

    Banjir bukan disebabkan tanggul Sungai Cikidang jebol, melainkan ada tanggul sepanjang 50 meter yang belum ditinggikan sehingga air meluap. "Ada yang belum ditinggikan di ujung Desa Sukapancar dan Tanjungsari," kata Kundang.

    Kepala Desa Tanjungsari Munawar Kholil menambahkan, warga yang terendam sebanyak 600 keluarga yang berada di dua rukun warga (RW) dan sembilan rukun tetangga (RT). "Paling parah di enam RT," katanya.

    Selain rumah warga, menurut Munawar, 152 hektare lahan persawahan terendam. Sawah tersebut baru ditanami sebulan lalu. "Sebelumnya juga sawah terendam, petani menanam lagi. Kemudian terendam lagi. Kerugiannya dua kali," katanya.

    Saat ini, kata Munawar, warga membutuhkan bantuan air bersih dan makanan. "Warga tidak bisa memasak dan mandi," ujarnya.

    Warga Bojongsoban, Mimin, berharap pemerintah bisa membantu warga meninggikan fondasi rumah. Kata dia, jangan hanya tanggul yang ditinggikan. "Benteng (tanggul) tinggi juga tetap banjir, terus air susah surut karena benteng tinggi," tuturnya.

    Mimin mengaku bersedia direlokasi, asal tidak memakai biaya alias gratis. "Ya mau (direlokasi) kalau gratis," katanya.

    Warga lainnya, Enah, menambahkan, dia mengungsi ke rumah anaknya. Rumah dia tergenang setinggi setengah meter. "Tidak bisa mandi di sana, airnya tinggi," ucapnya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe