Polisi Cilik Akan Hibur Sidang Umum Interpol Sedunia di Bali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah polisi cilik beraksi dalam latihan baris berbaris di festival anak di Tangerang, Banten, (30/6). Festival anak digelar untuk menyambut hari anak nasional. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Sejumlah polisi cilik beraksi dalam latihan baris berbaris di festival anak di Tangerang, Banten, (30/6). Festival anak digelar untuk menyambut hari anak nasional. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian RI menyiapkan atraksi pasukan polisi cilik (Polcil) dalam Sidang Umum Interpol, yang akan berlangsung di Bali pada November mendatang. "Seleksi sedang berlangsung di seluruh polda dan polres," kata Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto, Jumat, 16 September 2016.

    Sidang Umum Interpol ke-85, yang rencananya diikuti 190 negara, akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) pada 7-10 November 2016. Polri menyiapkan 89 mobil patroli dan pengawalan, di antaranya 40 kendaraan baru serta 75 sepeda motor yang diperiksa secara keseluruhan.

    Agung mengaku ikut mengecek dan menyeleksi polisi cilik yang akan tampil dalam acara pembukaan pertemuan polisi di seluruh dunia tersebut. Kelompok polisi cilik dari Bali akan bergabung dengan 10 anak polisi cilik dari Papua.

    Agung pun telah memeriksa kesiapan kendaraan operasional patroli dan pengawalan tamu Sidang Umum Interpol. "Untuk memastikan kesiapan seluruh kendaraan dan prasarana lain," tuturnya.

    Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menuturkan Bali siap menjadi tuan rumah pertemuan polisi seluruh dunia itu. Sidang Umum Interpol merupakan kesempatan Polri membuktikan diri mampu menjadi penyelenggara acara besar tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.