Selasa, 17 September 2019

BNN Bongkar Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Keluarga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan), memperhatikan barang bukti sabu-sabu beserta tersangka saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 Agustus 2016. Jaringan ini berasal dari Kenya, Taiwan, dan Indonesia, dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 63,1 kg. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan), memperhatikan barang bukti sabu-sabu beserta tersangka saat rilis sindikat pengedar narkoba jaringan internasional di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 24 Agustus 2016. Jaringan ini berasal dari Kenya, Taiwan, dan Indonesia, dengan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 63,1 kg. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba dari Aceh ke Sumatera Utara. Petugas menemukan 18 kilogram sabu saat penggerebekan dengan bantuan anjing pelacak, Kamis, 15 September 2016. Lokasi penemuan sabu itu di dalam rumah dalam satu komplek yang dihuni 6 kepala keluarga yang saling bersaudara.

    Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan BNN berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan keluarga di Medan berawal dari penangkapan seorang pemuda berusia sekitar 24 tahun berinisial BB kemarin petang. Dari tangan BB ditemukan paket sabu.

    "BB kemudian menyebut seorang berinsial RZ sebagai pengendalinya. Polisi kemudian menangkap RZ disalah satu hotel di Medan kemarin dan melanjutkan penggeledahan dirumah BB hari ini," kata Arman Depari, Kamis petang, 15 September 2016. Depari ikut menggeledah rumah BB di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan.

    Dari pengakuan BB, kata Depari, mereka sempat menjual sabu kepada seseorang seberat 6 kilogram beberapa waktu lalu. Hasil pemeriksaan sementara terhadap BB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, ujar Depari, diketahui bahwa barang haram itu diperoleh dari Aceh.

    Yang mengejutkan, ujarnya, sindikat sabu BB juga melibatkan keluarganya. "Paman dan tente BB juga termasuk jaringan narkoba. Keduanya mengetahui BB sebagai bandar narkoba. Malah saat penggerebakan dengan bantuan anjing pelacak, 18 kilogram sabu ditemukan di rumah paman dan tante tersangka BB," kata Depari

    BB merupakan jaringan lama pemasok sabu dari Aceh. BNN menduga sabu milik BB berasal dari Malaysia. Atas perbuatan tersangka BB, dia akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di BNN Pusat. Adapun RZ yang sempat mengaku sebagai anggota TNI karena saat ditangkap BNN ditemukan kartu anggota TNI bernama sama dengan inisial RZ itu. Namun Depari mengatakan, kartu anggota TNI itu palsu.

    "Untuk tersangka RZ masih dipulihkan sebelum diperiksa karena saat ditangkap dalam keadaan over dosis narkoba."ujar Depari. BNN dan Polisi Resor Kota Medan tengah mengejar paman dan tante BB yang melarikan diri saat rumah mereka digeledah BNN kemarin.

    Kepala Lingkungan 11, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan, Sujono, mengatakan tersangka BB tinggal satu komplek bersama paman, tante, kakak dan keponakanya. "BB bermukim di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri bersama 6 kepala keluarga yang semuanya masih keluarganya. "kata Sujonono kepada Tempo.

    Tersangka BB, ujar Sujono selama ini bekerja di proyek pembangunan menara atau tower telekomunikasi milik salah satu provider. "Saya tidak menyangka dia jaringan narkoba," tutur Sujono.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.