Selasa, 17 September 2019

Rohadi Disebut Pernah Terima Suap di Pinggir Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka kasus suap di PN Jakarta Utara, Rohadi mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 16 Juni 2016. Rohadi selaku Panitera pengganti PN Utara yang menangani kasus pencabulan anak dibawah umur dengan tersangka pedangdut Saipul Jamil tersebut diduga menerima suap Rp 250 juta dari pihak Saipul Jamil. Sementara komitmen fee untuk vonis ringan ini diduga Rp 500 juta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi disebut sering menerima "bayaran" dari orang-orang yang berperkara. Hal ini diungkapkan oleh sopir Rohadi, Koko, saat menjadi saksi dalam sidang suap perkara Saipul Jamil di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 15 September 2016.

    Dalam kesaksiannya, Koko bercerita bahwa dia sering mengantar Rohadi untuk melakukan "transaksi". Namun, Rohadi tak pernah tertangkap hingga ia menerima uang Rp 250 juta dari Berthanatalia Ruruk Kariman, pengacara Saipul Jamil. "Sebelum itu pernah, tapi yang lain tidak pernah ketangkap," kata Koko di depan majelis hakim.

    Koko mengatakan, saat melakukan "transaksi" itu Rohadi selalu mengajaknya. Ia menyebutkan sering mengantar majikannya mengambil uang di hotel dan di sebuah tempat di kawasan Pluit. "Di pinggir jalan juga pernah," ujar dia.

    Meski sering mengantar majikannya untuk mengambil uang, Koko mengaku tak tahu perkara apa yang tengah diurus Rohadi. Adapun Koko hanya tahu bahwa Rohadi hanya bekerja sebagai panitera pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

    Sebagai panitera pengganti, Rohadi tergolong cukup kaya. Koko mengatakan Rohadi memiliki 19 mobil. Mobil-mobil itu disimpan di tiga rumah Rohadi. "Sebagian dititipkan ke rumah anaknya," ujar dia.

    Rohadi ditangkap bersama tiga orang, yaitu kakak Saipul, Samsul Hidayatullah dan kuasa hukum Saipul: Berthanatalia Ruruk Kariman dan Kasman Sangaji. Rohadi didakwa menerima uang Rp 300 juta dari Bertha untuk meringankan putusan Saipul Jamil. Belakangan, ia juga ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi dan pencucian uang.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.