Minggu, 22 September 2019

Tim Pencari Fakta Freddy Budiman Umumkan Hasil Temuan Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim pencari fakta gabungan Hendardi (kiri), Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, dan Effendi Gazali memberi keterangan pers seputar kerja timnya untuk mencari fakta dari pernyataan Freddy Budiman melalui Haris Azhar, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, 11 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    Anggota tim pencari fakta gabungan Hendardi (kiri), Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, dan Effendi Gazali memberi keterangan pers seputar kerja timnya untuk mencari fakta dari pernyataan Freddy Budiman melalui Haris Azhar, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, 11 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pencari fakta pengakuan Freddy Budiman, Poengky Indarti, mengatakan perkembangan kerja timnya akan diumumkan Kamis besok, 15 September 2016. "Besok pukul 09.00," kata Poengky di Jakarta Selatan, Rabu, 14 September 2016.

    Sabtu lalu, Poengky mengatakan tim pencari fakta sudah mendapatkan keterangan dari saksi-saksi dan orang yang terlibat terkait pengakuan gembong narkoba itu.

    Poengky mengatakan tim pencari fakta juga sudah mengkonfirmasi orang-orang yang disebut dalam video yang direkam Freddy sebelum dirinya dieksekusi mati pada akhir Juli lalu. "Dalam video itu ada menyebut nama, tapi tidak ada kaitannya dengan aliran dana," ujar Poengky.

    Dia membenarkan Freddy Budiman menyebut beberapa nama pejabat. Namun, kata dia, hal itu terkait dengan hal-hal lain. Poengky tak menceritakan hal-hal lain itu. "Ada beberapa nama yang disebut, ada dari insititusi ini, institusi ini, institusi ini," ucapnya.

    Poengky mengatakan yang mempunyai kuasa membuka video itu kepada publik hanya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. TPF mendapatkan izin untuk melihat video itu karena berkaitan dengan kerja tim gabungan ini.

    Akhir Juli lalu, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, memuat tulisan di akun Facebook miliknya. Pesan itu tersiar beberapa jam sebelum terpidana Freddy Budiman dieksekusi mati.

    Dalam tulisan itu, Haris mengaku pernah mengunjungi Freddy di Lembaga Pemasyarakatan Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah, pada 2014. Saat itu, Freddy menceritakan kepada Haris bahwa selama ini dia dibantu oleh petugas Badan Narkotika Nasional serta Bea dan Cukai untuk memasukkan narkoba ke Indonesia.

    Freddy juga menyatakan telah menyetor uang miliaran rupiah ke pejabat BNN dan Mabes Polri. Polri pun membentuk tim pencari fakta gabungan untuk menelusuri faktanya.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.