Pemerintah Butuh Lulusan Universitas Negeri Terbaik

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kualitas aparatur sipil negara akan menentukan kemajuan suatu bangsa.

    Kualitas aparatur sipil negara akan menentukan kemajuan suatu bangsa.

    INFO NASIONAL - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menegaskan, kualitas aparatur sipil negara atau ASN akan menentukan kemajuan suatu bangsa. Semakin banyak ASN yang ahli dan berkualitas, kemajuan bangsa akan lebih cepat dicapai.

    “ASN adalah mesin negara. Tanpa kinerja ASN, negara tidak akan maju,” ujarnya ketika bicara sebagai narasumber di dialog “Kejayaan Bangsa Temu Alumni dan Kongres V DPP IKA Universitas Andalas”, Padang, Rabu, 14 September 2016.

    Untuk menciptakan ASN berkualitas, negara bergantung pada peran universitas. Universitas akan melahirkan calon ASN yang unggul dan memiliki kompetensi.

    “Kualitas ASN ditentukan dari pendidikannya agar, saat lulus dari universitas, generasi muda yang ingin menjadi ASN dapat memiliki kompetensi serta kualitas sesuai dengan bidangnya masing-masing,” ujar Asman.

    Karena itu, untuk mewujudkan ASN yang berkualitas, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berencana memprioritaskan lulusan terbaik perguruan tinggi negeri untuk dapat menjadi ASN. Lulusan terbaik dari universitas negeri dapat menjadi ASN yang profesional dan melayani masyarakat.

    Dengan memprioritaskan lulusan terbaik perguruan tinggi negeri, Asman yakin akan terjadi perubahan terhadap kinerja ASN. Kelak, tidak akan ada lagi ASN yang tidak memiliki inovasi dalam bidangnya masing-masing. Di masa depan, ASN mempunyai semangat entrepreneur dan integritas yang tinggi untuk melayani dan semakin dekat dengan rakyat.

    “ASN masa depan harus memiliki semangat entrepreneur, punya gagasan ingin maju, hospitality, serta melayani dan dekat dengan rakyat,” tuturnya. (*) 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.