Minggu, 22 September 2019

Curi Sapi, Komplotan Penjahat Ini Modifikasi Minibus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • rescuemypension.co.uk

    rescuemypension.co.uk

    TEMPO.COMojokerto - Kepolisian Resor Mojokerto menahan dua orang yang diduga pelaku pencurian dan mutilasi sapi yang marak belakangan ini. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang mengungkap modus pencurian dan memutilasi hewan ternak itu.

    “Kami menyita satu unit mobil minibus yang sudah dimodifikasi,” kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Mojokerto Inspektur Satu Suyono, Rabu, 14 September 2016. Yang dimodifikasi itu mobil jenis Isuzu Elf dengan nomor polisi N-7131-D. Jok atau kursi tengah dan belakang dicopot sehingga menjadi lebih longgar dan cukup untuk memasukkan 1-2 ekor sapi ukuran besar. Di mobil itu ditemukan pula barang bukti lain, seperti terpal plastik, tali tampar, sebilah pedang, dan bercak darah yang diduga bekas darah sapi yang disembelih.

    Polisi masih memeriksa dua terduga pelaku ED dan MK, warga Kabupaten Pasuruan. Penangkapan keduanya bermula saat petugas Kepolisian Sektor Kutorejo melakukan patroli, Sabtu dinihari, 10 September 2016. Petugas melihat sebuah minibus diparkir di dekat sawah di Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo. 

    Setelah didekati, minibus itu langsung melaju kencang. Polisi pun mengejar hingga akhirnya menghentikan mobil tersebut di Jalan Raya Mojosari-Pacet di Desa Ketidur, Kecamatan Kutorejo. Dari dalam minibus, petugas mengamankan dua orang. Selain itu, polisi menerima informasi bahwa ada sapi warga yang keluar dari kandang dan mengarah ke lokasi tempat parkir minibus pelaku. 

    Polisi masih mengembangkan keterangan dua pelaku karena diduga ada pelaku lain yang satu komplotan dan dimungkinkan masih banyak lokasi pencurian yang dilakukan kawanan pencuri sapi ini.

    Pencurian dan mutilasi sapi meresahkan masyarakat Mojokerto. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya ada lima ekor sapi yang hilang dan dimutilasi. Modusnya, sapi dicuri dari kandang lalu disembelih dan diambil bagian tubuh atau dagingnya. Kemudian pelaku menyisakan kepala dan isi perut sapi, yang dibuang di area kebun atau persawahan.

    Lokasi lima ekor sapi yang hilang itu berada di empat desa, antara lain Desa Windurejo dan Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo; Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu; dan Desa Adisono, Kecamatan Pungging.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.