Jokowi Tinjau Latihan Armada Jaya, Paspampres Ganti Gaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Paspampres dan wartawan bersiap sebelum berangkat ke lokasi ditemukannya serpihan pesawat Air Asia QZ 8501 di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusumah, Jakarta, 30 Desember 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah anggota Paspampres dan wartawan bersiap sebelum berangkat ke lokasi ditemukannya serpihan pesawat Air Asia QZ 8501 di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusumah, Jakarta, 30 Desember 2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Pasukan Pengamanan Presiden tampil beda saat mengawal Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu, 14 September 2016. Mereka tidak mengenakan pakaian batik lengan panjang dan celana bahan seperti biasa, melainkan memakai seragam loreng.

    Usut punya usut, ternyata itu permintaan Presiden Joko Widodo. Alasannya, mereka akan menemani pria nomor satu di Indonesia tersebut meninjau latihan Armada Jaya 2016.

    "Biar enggak lupa juga kalau kami ini tentara," ujar Komandan Paspampres Bambang Suswantono saat menyapa awak media di atas pesawat Presiden Republik Indonesia.

    Meski Paspampres itu mengenakan seragam loreng dan baret yang biasanya tak dipakai, mereka tetap memakai perlengkapan tugas sehari-sehari. Hal itu terlihat dari alat komunikasi yang tertempel di telinga, handgun di pinggang, serta ID Paspampres.

    Presiden Joko Widodo hari ini akan melihat Latihan Armada Jaya 2016 dari KRI Banjarmasin-592, yang berada di Laut Jawa. Jokowi berangkat dari Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.30 menuju Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    ISTMAN MP

    Baca Juga:
    Gatot Brajamusti Terancam Dijerat Hukuman Kebiri, jika...
    Golkar Siap Tampung Jokowi jika Tak Jadi Ketua Umum PDIP
    Klaim Luhut Soal Kehebatan Arcandra Dibantah Pakar Energi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.