Bisa untuk Teler, Permintaan Obat Palsu Meningkat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obat Palsu yang disita Polda Metrl Jaya dari sebuah toko obat di Pramuka. TEMPO/Inge

    Obat Palsu yang disita Polda Metrl Jaya dari sebuah toko obat di Pramuka. TEMPO/Inge

    TEMPO.COJakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Ari Dono mengatakan banyak obat palsu beredar karena ada permintaan tinggi dari masyarakat. Namun tingginya permintaan tersebut bukan karena untuk pengobatan, melainkan lantaran obat dapat menimbulkan efek halusinasi. 

    "Ada kebutuhan meningkat di masyarakat, tapi bukan kebutuhan orang sakit," kata Ari dalam rapat dengan Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 September 2016.

    Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Lukito mengungkapkan, obat yang menimbulkan efek halusinasi tersebut ditemukan saat BPOM menggerebek gudang obat palsu di Serang, Banten. "Kebanyakan obatnya dipakai remaja untuk berhalusinasi," kata dia. 

    Obat-obatan yang dipalsukan antara lain Carnophen, Heximer, Trihexyphenidyl, Dextromethorpan, Tramadol, dan Somadril.

    Penny menyebut obat-obatan tersebut sebagai favorit anak muda untuk teler. Seperti narkoba, penyalahgunaan obat tersebut dapat menyebabkan ketergantungan. "Kami sudah uji lab. Nanti akan kami laporkan bahan apa saja yang terkandung dalam obat itu," ujarnya. 

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga