Minggu, 22 September 2019

Bupati Dedi Lantik Pengurus Golkar di Gubuk Milik Penduduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dcdi Mulyadi, memakai baju khas Sunda pangsi hitam dan ikat kepala putih, menyaksikan pelantikan pengurus Partai Golkar Kabupaten Subang periode 2019-2021 yan g diketuai Imas Aryumningsih di emperan gubuk reyot milik Abah Tibo, di Desa Mekarsari, Kecamatan Compreng, 13 September 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dcdi Mulyadi, memakai baju khas Sunda pangsi hitam dan ikat kepala putih, menyaksikan pelantikan pengurus Partai Golkar Kabupaten Subang periode 2019-2021 yan g diketuai Imas Aryumningsih di emperan gubuk reyot milik Abah Tibo, di Desa Mekarsari, Kecamatan Compreng, 13 September 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Subang - Ada pemandangan tak biasa pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Subang, Jawa Barat. Bila biasanya pelantikan dilakukan di kantor partai, kali ini dilangsungkan di teras rumah semi permanen milik Temo, 75 tahun, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Compreng.

    Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, pelantikan pengurus biasanya memakan biaya besar untuk menyewa sound system, panggung, dan grup kesenian. "Sekarang uangnya kami sumbangkan kepada Abah (Temo)," kata Dedi saat melantik Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Subang periode 2017-2021 yang diketuai Imas Aryumningsih, Selasa, 13 September 2016.

    Dedi dan Imas masing-masing menyerahkan uang tunai Rp 15 juta. "Saya pikir, uang ini cukup untuk merenovasi rumah termasuk isinya," ujar Dedi.

    Kepada Imas dan pengurus baru Golkar Subang, Dedi meminta agar memperhatikan nasib orang miskin. "Saya yakin masih ada puluhan ribu orang yang bernasib seperti Abah Temo dan itu harus jadi perhatian pengurus Golkar," ujarnya.

    Imas yang menjabat sebagai Wakil Bupati Subang berjanji akan memperbaiki rumah tak layak huni warganya. "Kami akan melakukan bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) lebih banyak lagi," katanya.

    Karno, tetangga Temo mengaku senang atas bantuan dana rutilahu dari pengurus Partai Golkar tersebut. "Supaya si Abah bisa hidup di rumah yang layak dan sehat," ujarnya.

    Adapun Temo, yang hidup sebatang kara mengatakan terima kasih kepada pengurus Golkar yang telah merenovasi rumahnya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe