Kata Ahok Soal Sapi yang Ditolak Pengurus Masjid Luar Batang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hewan kurban berupa sapi atas nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat tiba di Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. ISTIMEWA.

    Hewan kurban berupa sapi atas nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat tiba di Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. ISTIMEWA.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah kabar penolakan terhadap hewan kurban pemberiannya kepada Masjid Keramat, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. "Enggak ditolak. Ada tanda terimanya, kok," kata Ahok di Balai Kota, Selasa, 13 September 2016.

    Gubernur yang lebih dikenal dengan nama Ahok itu menjelaskan, pemberian sapi itu karena ada permintaan dari pihak Makam Keramat Luar Batang, yakni Habib Umar, yang merupakan keturunan Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus. Lalu, dua ekor sapi, masing seberat 400 kilogram dan 410 kilogram dikirim melalui Perusahaan Daerah Dharmajaya.

    Menurut Ahok, dua ekor sapi itu sudah dipotong di dekat Makam Keramat Luar Batang. Itu sebabnya ia menegaskan, tidak mungkin memberikan hewan kurban itu bila tidak ada yang memintanya. “Sapi itu diterima, kok. Ada tanda terimanya,” tuturnya.

    Ahok menuding Mansyur Amin selalu melontarkan pernyataan berpola sehingga beberapa kali justru menimbulkan kekisruhan. Bahkan, kata Ahok, di tengah gencarnya penolakan terhadap pembuatan tanggul di pantai utara Jakarta, Mansyur justru mengirim surat permohonan pembuatan papan turap atau sheetpile. "Dia selalu membuat pola ngomong macam-macam. Minta sheetpile dia juga. Ada surat yang dia tandatangani," ujar Ahok.

    Sebelumnya, Mansyur yang menyatakan penolakan terhadap hewan kurban yang diberikan Ahok pada Minggu, 11 September 2016. Ia adalah Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Keramat Luar Batang, yang juga merupakan salah seorang warga Luar Batang yang secara vokal menyerukan penolakan terhadap penertiban Pasar Ikan, Jakarta Utara.

    Salah seorang Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Keramat Luar Batang, M. Dasin, mengatakan pengurs masjid memang tidak pernah memesan hewan kurban kepada Ahok. "Kami enggak terima karena enggak pernah pesan," ucapnya saat dihubungi, Senin,12 September 2016.

    Menurut Dasin, penolakan itu bukan sebagai bentuk penolakan terhadap Ahok. Tapi karena memang pengurus masjid tidak pernah memesan sapi tersebut. Sapi itu permintaan salah seorang pengurus Makam Keramat Luar Batang, Habib Umar Alaydrus. Ia merupakan kerabat Habib Husein Alaydrus, seorang tokoh besar Masjid Keramat Luar Batang.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga