Selasa, 17 September 2019

Mural Jalan Siliwangi Bandung Dilukis Ulang 500 Seniman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta membuat mural didinding bangunan hotel pada Saritem Mural Art Festival 2016 di Jalan Saritem, Bandung, 18 Juni 2016. Kegiatan ini dilakukan untuk menghapus kesan buruk sebagai tempat lokalisasi prostitusi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Peserta membuat mural didinding bangunan hotel pada Saritem Mural Art Festival 2016 di Jalan Saritem, Bandung, 18 Juni 2016. Kegiatan ini dilakukan untuk menghapus kesan buruk sebagai tempat lokalisasi prostitusi. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COBandung - Lukisan dinding atau mural biasanya memenuhi dinding di Jalan Siliwangi, Babakan Siliwangi, Coblong, Kota Bandung. Pada sebagian jalan yang menjadi paru-paru Kota Bandung itu, wisatawan dan warga disuguhkan dengan warna-warni dan gambar-gambar menarik hasil coretan tangan seniman-seniman muda Kota Bandung.

    Mulai hari ini, Selasa, 13 September 2016, tembok berwarna-warni sepanjang 476 meter itu hilang, berganti warna putih polos. Mural yang terdapat di sana memang sengaja dihapus. Nantinya, dinding tersebut akan kembali dilukis 500 relawan dari 20 komunitas dalam kegiatan bernama #MuralBdg selama tiga hari ke depan. 

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang membuka kegiatan tersebut berharap wisatawan, dan tentunya kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, bisa terhibur dengan mural-mural baru itu. Mural-mural tersebut dibuat juga untuk menyambut HUT Kota Bandung ke-206. 

    "Kami melakukan pengecatan mural di Jalan Sliwangi dalam rangka Bandung memberikan dukungan dan menyambut PON sehingga dilakukan tiga hari sebelum pembukaan PON. Mudah-mudahan menyemarakkan hadirnya PON, khususnya di Kota Bandung," kata Ridwan Kamil saat ditemui seusai pembukaan kegiatan, Selasa siang.

    #MuralBdg yang diinisiasi Ikatan Alumni ITB dan bekerja sama dengan PB PON XIX serta Keluarga besar Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB itu mengangkat tema "A Journey of Happiness". Nantinya, pada tembok berukuran 10 x 2,9 meter tersebut, akan terdapat 47 lukisan dengan tiga segmentasi berbeda. 

    Pada segmen pertama, mural-mural akan bercerita tentang local genius Bandung atau kekhasan Kota Bandung, seperti budaya, warisan sejarah, kuliner, dan fashion. Kedua, tentang Bandung Futuristik, gambar-gambar yang dihadirkan bakal menceritakan imajinasi kemajuan Kota Bandung di masa mendatang. 

    Ketiga, Bandung Model Alam Lestari. Pada konsep ini, gambar-gambar menceritakan Kota Bandung sebagai kota hijau yang lestari. "Dengan judul The Journey of Happiness untuk meningkatkan indeks kebahagiaan melalui karya seni di ruang publik," ujar Ridwan.

    Di tempat yang sama, konseptor #MuralBdg, Andi Yudha, menambahkan, tiga segmen mural baru di Jalan Siliwangi sepanjang 476 meter tersebut diharapkan bisa mengedukasi masyarakat lewat karya seni rupa. "Kami berharap mengedukasi orang yang lewat dan anak-anak. Mereka tidak sekadar melihat gambar terpotong-potong, tapi ada cerita, ada sekuel di sana," ucapnya. 

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.