Presiden Jokowi Resmikan Terminal Petikemas Kalibaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perahu melintas di depan lokasi pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok tahap satu di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta, 22 Oktober 2015. Pelabuhan Kalibaru atau yang sering disebut dengan New Priok ini dibangun di atas laut seluas 32 hektare dengan muatan 20 kali lipat lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok. TEMPO/Subekti

    Perahu melintas di depan lokasi pembangunan pelabuhan New Tanjung Priok tahap satu di Kalibaru, Tanjung Priok, Jakarta, 22 Oktober 2015. Pelabuhan Kalibaru atau yang sering disebut dengan New Priok ini dibangun di atas laut seluas 32 hektare dengan muatan 20 kali lipat lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan terminal petikemas Kalibaru di pelabuhan utama Tanjung Priok, Jakarta, Selasa 13 September 2016. Dalam rilis yang diterima Tempo, terminal petikemas Kalibaru telah dioperasikan secara komersil pada 18 Agustus 2016.

    Terminal dioperasikan oleh joint venture company antara IPC TPK dan konsorsium Mitsui-PSA-NYK Line, yaitu PT New Priok Container Terminal One (NPCT1). Kehadiran petikemas Kalibaru akan mendongkrak kapasitas terminal petikemas di Tanjung Priok sebesar 1,5 juta TEUs/tahun.

    Sejumlah uji coba operasi telah dilakukan untuk memastikan kesiapan operasi. Beberapa kapal pelayaran internasional didatangkan sejak Mei 2016.

    Terminal petikemas Kalibaru memiliki luas lahan sekitar 32 hektar. Total panjang dermaga yang baru diselesaikan 450 meter dari 850 meter dengan kedalaman 14 meter. Terminal baru ini diproyeksi dapat melayani kapal petikemas dengan kapasitas 13 ribu sampai 15 ribu TEUs dengan bobot 150 ribu DWT.

    Beberapa pejabat yang dijadwalkan hadir dalam peresmian terminal ialah Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Hidayat.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.